BPBD Malang Tingkatkan Kapasitas SDM Desa Tangguh Bencana

BPBD Malang Tingkatkan Kapasitas SDM Desa Tangguh Bencana

Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem di Kabupaten Malang

BMKG memberikan peringatan tentang potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Untuk menghadapi ancaman tersebut, BPBD Kabupaten Malang telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi bencana tingkat desa. Destana menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.

Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kabupaten Malang, Yulius Dharmawan atau akrab disapa Yudha, menjelaskan bahwa Destana merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

"Pada Destana kita membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang anggotanya terdiri dari unsur elemen desa sebanyak 20 sampai 30 anggota," ujarnya pada Jumat (12/12/2025).

Destana berperan sebagai kepanjangan tangan dari BPBD yang bertugas apabila terjadi dampak bencana di suatu daerah. Di Kabupaten Malang, pembentukan Destana sangat penting karena wilayahnya yang luas.

"Kita kan ada 33 kecamatan, misal terjadi bencana di Pujon, untuk menuju ke sana kita bisa membutuhkan waktu hampir 2 jam. Dengan adanya destana paling tidak bisa dilakukan penanganan awal," jelas Yudha kepada berita.

Sampai saat ini, telah terbentuk 117 Destana di Kabupaten Malang yang tersebar di daerah dengan potensi bencana tinggi, sedang, hingga rendah. Pada tahun 2025, tiga lokasi baru telah dibentuk yaitu di Kecamatan Turen, Dau, dan Pakisaji.

Pembentukan Destana dapat dilakukan melalui bantuan dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi, secara mandiri, maupun bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Namun, pembentukannya tetap memprioritaskan daerah rawan bencana.

"Kita dari BPBD akan memberikan materi, pembekalan tentang kebencanaan melalui FPRB tersebut. Kemudian nanti kita libatkan masyarakat juga sebagai korban bencana," terang Yudha.

Selain membentuk Destana, BPBD Kabupaten Malang juga melakukan mitigasi bencana lainnya seperti vegetasi tanaman. Salah satunya adalah penanaman pohon di Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada 10 Desember 2025.

Dijelaskan Yudha, upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor. Hal ini dilakukan mengingat curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini.

Langkah-Langkah Mitigasi Bencana di Kabupaten Malang

  • Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di berbagai wilayah.
  • Pelibatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang terdiri dari unsur elemen desa.
  • Penanaman pohon sebagai upaya mitigasi bencana tanah longsor.
  • Kerja sama dengan BPBD Provinsi, CSR perusahaan, dan masyarakat setempat.
  • Prioritas pembentukan Destana di daerah dengan potensi bencana tinggi.
  • Pelatihan dan pembekalan SDM dalam menghadapi bencana.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan