
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto Gelar Rapat Tahunan
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto menggelar rapat tahunan di Hotel Merdeka, Mojokerto, pada hari Selasa (10/12). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga terkait, dan relawan. Tujuan utama dari rapat ini adalah untuk memperkuat kinerja kelembagaan FPRB serta meningkatkan koordinasi antar instansi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa rapat tahunan ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat kinerja FPRB. Ia menekankan bahwa acara ini bukan hanya sekadar forum evaluasi, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antar komponen yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana.
"Rapat tahunan ini bertujuan untuk menyamakan langkah, mempererat silaturahmi, dan memperbarui komitmen kita bersama dalam menghadapi ancaman bencana," ujarnya.
Dasar Hukum dan Tujuan Rapat Tahunan
Rapat tahunan FPRB dilaksanakan berdasarkan beberapa dasar hukum, seperti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan regulasi turunannya. Tujuan utama dari acara ini meliputi:
- Evaluasi kinerja FPRB dalam satu tahun terakhir.
- Menyusun rencana kerja yang selaras dengan kebijakan BPBD.
- Memperkuat koordinasi dan kapasitas para relawan.
Rinaldi berharap hasil dari rapat ini menjadi landasan kuat untuk meningkatkan kinerja dan kolaborasi FPRB, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Narasumber dan Diskusi
Selain itu, rapat tahunan ini juga mengundang berbagai narasumber yang akan memberikan pemaparan terkait pengurangan risiko bencana. Acara ini juga akan dilengkapi dengan sesi diskusi dan sharing session untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara FPRB dan BPBD.
Upaya FPRB dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
FPRB Kabupaten Mojokerto telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan risiko bencana. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kurangnya sumber daya dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.
Dengan adanya rapat tahunan ini, diharapkan FPRB Kabupaten Mojokerto dapat meningkatkan kinerja dan kolaborasi secara signifikan. Dengan langkah-langkah yang lebih terkoordinasi, FPRB diharapkan mampu mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar