BPBK Abdya Bersihkan Material Beton dan Sampah Pasca Banjir

BPBK Abdya Bersihkan Material Beton dan Sampah Pasca Banjir

Pembersihan Material Pasca Banjir di Aceh Barat Daya

Pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Jumat (2/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat segera melakukan pembersihan terhadap material beton dan sampah yang berserakan. Proses pembersihan ini dilakukan di Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Nazaruddin, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan kerusakan pada jembatan dan saluran beton di kawasan tersebut. Ia mengatakan, jembatan yang rusak memiliki ukuran 6x4 meter dan sepanjang 50 meter beton talud juga ikut roboh.

"Saat ini kita masih di lokasi membersihkan beton tersebut menggunakan satu unit alat berat," ucapnya. Dengan adanya alat berat tersebut, proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Nazaruddin menambahkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Abdya pada Jumat kemarin menjadi penyebab utama banjir luapan. Banjir tersebut terjadi di tiga kecamatan, yaitu Tangan-Tangan, Manggeng, dan Jeumpa. Meskipun durasi banjir tidak terlalu lama, namun dampaknya cukup signifikan.

Permukiman warga tergenang air akibat banjir. Selain itu, jalan gampong, jalan nasional, dan areal persawahan warga juga terkena dampak banjir. Menurut Nazaruddin, sebanyak delapan gampong di tiga kecamatan tersebut terkena genangan air. Kecamatan Tangan-Tangan adalah wilayah yang paling parah terkena banjir.

Dampak Banjir yang Mengganggu Kehidupan Warga

Banjir yang terjadi di wilayah Abdya tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari karena akses jalan terganggu. Selain itu, areal persawahan yang terendam air juga mengancam hasil pertanian warga.

Nazaruddin meminta masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kembali. Ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap membersihkan saluran serta sungai di wilayah masing-masing.

"Jika lingkungan bersih, maka risiko banjir bisa diminimalisir," ujarnya. Dengan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan dapat mencegah terulangnya banjir yang sama di masa depan.

Upaya BPBK dalam Menangani Bencana

Selain melakukan pembersihan, BPBK Abdya juga terus memantau kondisi daerah rawan banjir. Tim penanggulangan bencana akan terus bekerja untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan kerusakan tambahan akibat banjir.

Dalam waktu dekat, BPBK juga akan melakukan evaluasi terhadap kerusakan infrastruktur yang terjadi. Evaluasi ini penting untuk menentukan prioritas perbaikan dan pengamanan daerah-daerah yang rentan terhadap banjir.

Kesimpulan

Banjir yang terjadi di Aceh Barat Daya menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, risiko bencana alam seperti banjir dapat diminimalisir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan