BPKPD Sukabumi Raih Rp 159 Juta dari Operasi PKB

BPKPD Sukabumi Raih Rp 159 Juta dari Operasi PKB

Pendapatan Daerah Meningkat Berkat Operasi Pemeriksaan PKB

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi mencatat pendapatan yang cukup signifikan dari hasil operasi pemeriksaan pajak kendaraan bermotor (PKB) selama tiga hari, yaitu pada tanggal 9-11 Desember 2025. Dalam rentang waktu tersebut, total penerimaan mencapai Rp 159.636.800, dengan pendapatan opsen PKB sebesar Rp 105.360.288.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pajak Daerah pada BPKPD Kota Sukabumi, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut, sebanyak 1.273 pengendara berhasil dihentikan. Jumlah ini terdiri dari 1.060 pengendara roda dua dan 213 pengendara roda empat. Dari jumlah tersebut, 104 pengendara menyampaikan pernyataan kesanggupan bayar pajak, yaitu untuk 90 unit roda dua dan 14 unit roda empat.

Respons positif juga terlihat dari jumlah pengendara yang langsung melunasi kewajiban PKB di lokasi. Sebanyak 157 pengendara melakukan pembayaran di tempat, terdiri dari 122 pengendara roda dua dan 35 pengendara roda empat, ujar Rahmat pada Jumat 12 Desember 2025.

Operasi tersebut merupakan implementasi dari program cost sharing antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat. Menurut Rahmat, operasi yang dilakukan di lokasi padat kendaraan bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, sekaligus memperkuat pendapatan daerah.

Operasi gabungan atau opsgab tahun 2025 tidak ditetapkan target khusus. Namun, secara umum, capaian tahunan masih perlu digenjot, karena realisasi belum mendekati target total. Tahun ini, opsgab dilaksanakan tiga kali sesuai pagu anggaran, ujarnya.

Strategi Penguatan untuk Tahun 2026

Sebagai langkah penguatan pada 2026, Pemerintah Kota Sukabumi telah menganggarkan enam kali kegiatan opsgab guna memperluas jangkauan pemeriksaan dan memaksimalkan pendapatan PKB. Dia menegaskan, sinergi lintas ini menjadi landasan kuat dalam meningkatkan kepatuhan administrasi pajak kendaraan, sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui sektor PKB.

Operasi gabungan ini turut menjadi bagian dari sosialisasi penerapan skema baru opsen PKB yang mulai berlaku sejak 5 Januari 2025, dimana pemerintah kabupaten atau kota memungut tambahan pajak sebesar 66% dari pokok PKB secara langsung. Kami ingin pengendara paham bahwa ada aturan opsen pajak baru yang harus dipenuhi. Dengan begitu, mereka tidak sampai menumpuk tunggakan, ujarnya.

Hasil Operasi yang Signifikan

Dalam operasi tersebut, para petugas berhasil memberikan edukasi kepada pengendara tentang pentingnya membayar pajak kendaraan secara tepat waktu. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab sebagai warga negara.

Selain itu, operasi ini juga memberikan kontribusi yang nyata terhadap pendapatan daerah. Angka pendapatan yang tercatat menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

Kebijakan Baru dan Penyesuaian Sistem

Penerapan skema baru opsen PKB yang mulai berlaku sejak 5 Januari 2025 menjadi salah satu fokus utama dalam operasi ini. Dengan adanya penambahan pajak sebesar 66% dari pokok PKB, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

Rahmat menegaskan bahwa sosialisasi terhadap aturan baru ini sangat penting agar masyarakat memahami perubahan yang terjadi. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi tunggakan pajak yang menumpuk.

Kesimpulan

Operasi pemeriksaan PKB selama tiga hari di Kota Sukabumi berhasil mencatat pendapatan yang cukup besar. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak kendaraan secara tepat waktu.

Dengan rencana penganggaran opsgab yang lebih besar pada tahun 2026, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memaksimalkan pendapatan daerah melalui sektor PKB.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan