Breaking News: Dua Warga Ambara Gorontalo Tenggelam di Sungai Paguyaman

Breaking News: Dua Warga Ambara Gorontalo Tenggelam di Sungai Paguyaman

Kecelakaan di Sungai Paguyaman, Dua Warga Hilang Terseret Arus

Pada akhir pekan lalu, dua warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan terseret arus Sungai Paguyaman saat pulang dari kebun. Peristiwa ini terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, pada Sabtu (3/1/2025) sore.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia menyatakan bahwa dua orang yang hilang adalah Sumitra (28), perempuan, dan Akbar Diangi (9), laki-laki. Keduanya merupakan warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian itu terjadi ketika korban sedang kembali dari kebun dan harus melintasi Sungai Paguyaman. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Pencarian dengan Berbagai Strategi

SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet di aliran Sungai Paguyaman dengan radius sekitar tiga kilometer. Sementara SRU 2 menyisir anak Sungai Paguyaman sejauh 1,78 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR turut terlibat, antara lain:

  • Tim Rescue Pos SAR Marisa
  • KPP Gorontalo
  • BPBD Kabupaten Boalemo
  • Polsek Boliyohuto
  • Babinsa Motoduto
  • Polda Gorontalo
  • Polres Gorontalo
  • Aparat Desa Motoduto bersama masyarakat setempat

Kendala dalam Operasi Pencarian

Halidin juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan, antara lain derasnya arus sungai, kondisi air yang keruh, serta hujan lebat. Hal ini membuat proses pencarian menjadi lebih rumit dan memakan waktu lebih lama.

Meski begitu, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sampai saat ini, belum ada kabar terbaru tentang keberadaan korban.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan betapa berbahayanya Sungai Paguyaman bagi warga yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Selain itu, kejadian ini juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi alam saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Tim SAR gabungan tetap berkomitmen untuk mencari korban hingga ditemukan. Mereka berharap adanya bantuan dari masyarakat sekitar untuk memberikan informasi tambahan yang bisa membantu proses pencarian.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan