BRI Siapkan Strategi Pembiayaan Modal Kerja 2026, Sektor Ini Jadi Prioritas


nurulamin.pro.CO.ID - JAKARTA.

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) sedang mempersiapkan strategi pengembangan pembiayaan modal kerja yang sesuai dengan dinamika pasar dan kebijakan regulator. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan masih dalam proses penyusunan target resmi pembiayaan modal kerja untuk tahun 2026. Meskipun demikian, BRI Finance telah menyiapkan proyeksi pertumbuhan portofolio yang realistis dan sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

“Untuk tahun 2026, kami menyiapkan proyeksi pertumbuhan portofolio pembiayaan modal kerja yang prudent dan menyesuaikan dengan dinamika ekonomi serta kebutuhan pasar,” ujar Wahyudi kepada nurulamin.pro, Selasa (30/12/2025).

Strategi Pengembangan Pembiayaan Modal Kerja

Memasuki 2026, strategi pengembangan pembiayaan modal kerja diarahkan pada pertumbuhan yang selektif. BRI Finance akan fokus pada sektor-sektor produktif dengan fundamental usaha yang kuat, seperti UMKM, perdagangan, logistik, konstruksi pendukung, serta rantai pasok (value chain) dari korporasi besar. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan stabilitas portofolio pembiayaan yang dikelola.

Di sisi pendanaan, perusahaan mengoptimalkan kombinasi sumber dana melalui sinergi dengan perbankan, skema joint financing, serta peningkatan efisiensi pengelolaan likuiditas. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kapasitas pembiayaan di tengah fluktuasi suku bunga dan kondisi ekonomi yang dinamis.

“Memasuki 2026, ekspansi segmen dilakukan secara bertahap dengan memperluas jangkauan ke wilayah dan sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi yang didukung oleh digitalisasi proses pembiayaan,” tambahnya.

Inovasi Produk dan Skema Pembiayaan

Sejalan dengan implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM, BRI Finance juga berencana meningkatkan porsi pembiayaan modal kerja ke depan. Perusahaan menyiapkan berbagai inovasi produk dan skema pembiayaan, mulai dari penyederhanaan persyaratan, pemanfaatan digital underwriting dan data alternatif, hingga pengembangan pembiayaan berbasis rantai pasok dan joint financing.

“Inisiatif ini kami siapkan untuk memperluas akses pembiayaan modal kerja bagi UMKM, sekaligus tetap melayani kebutuhan pembiayaan korporasi secara terintegrasi dan prudent,” jelas Wahyudi.

Pertumbuhan Portofolio Pembiayaan Modal Kerja

Berdasarkan data terakhir, penyaluran pembiayaan modal kerja BRI Finance tercatat tumbuh sebesar 11,40% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun kontribusi pembiayaan modal kerja terhadap total pembiayaan perseroan mencapai 3,38%.

Di sisi industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal kerja industri multifinance per Oktober 2025 tumbuh 9,28% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 53,19 triliun, atau setara 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan