
Perubahan Operasional BTN Syariah Menuju BSN
BTN Syariah, unit usaha syariah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, telah mengumumkan bahwa proses pemisahan (spin-off) menuju PT Bank Syariah Nasional (BSN) akan resmi efektif pada 22 Desember 2025. Dalam pemberitahuan resmi kepada nasabah, perseroan menjelaskan sejumlah perubahan operasional dan jadwal pemeliharaan sistem yang akan terjadi menjelang tanggal tersebut.
Ramon Armando, Corporate Secretary BTN, menegaskan bahwa seluruh hak dan kewajiban, baik aset maupun liabilitas, akan dialihkan sepenuhnya ke BSN. "Dengan demikian, seluruh aktivitas operasional, produk, dan layanan BTN Syariah akan secara otomatis beralih ke BSN mulai tanggal efektif," ujar Ramon dalam rilis resminya, Jumat (12/12/2025).
Selain itu, seluruh jaringan kantor BTN Syariah juga akan menjadi bagian dari BSN. Perubahan ini mencakup Kantor Cabang Syariah, Kantor Cabang Pembantu Syariah, Unit Pelayanan Kas (termasuk mobil kas keliling), serta seluruh Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) di jaringan BTN.
Kepastian Tidak Ada Perubahan untuk Nasabah
Meskipun terjadi perubahan entitas, Ramon memastikan bahwa ketentuan terkait produk pembiayaan, simpanan, hingga berbagai layanantermasuk angsuran KPR, nomor rekening, ATM, maupun mobile bankingtidak mengalami perubahan. Nasabah tetap dapat menggunakan fasilitas yang sama tanpa penyesuaian manfaat maupun biaya.
Untuk mendukung kelancaran proses pemisahan, BTN Syariah mengumumkan jadwal pemeliharaan (maintenance) beberapa layanan sistem. Berikut adalah jadwal pemeliharaan:
-
Layanan BI-Fast: Maintenance dilakukan pada 17 Desember 2025 pukul 23.00 WIB hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB. Selama periode tersebut, transaksi BI-Fast baik masuk maupun keluar tidak dapat diproses.
"Nasabah tetap dapat melakukan transfer dan pembayaran angsuran melalui outlet BTN/BTN Syariah, ATM, maupun transfer online," ujar Ramon. -
Layanan transaksi online: Maintenance dilakukan pada 21 Desember 2025 pukul 23.00 WIB hingga 22 Desember 2025 pukul 06.00 WIB. Layanan transaksi online akan kembali normal setelah pukul 06.00 WIB pada 22 Desember 2025.
Keamanan dan Kewaspadaan Nasabah
Ramon juga menegaskan bahwa pihaknya maupun BSN tidak akan meminta data pribadi, nomor rekening, PIN, password, OTP, atau informasi rahasia lainnya melalui email, WhatsApp, telepon, maupun saluran komunikasi apa pun.
"Nasabah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan bank," imbaunya.
Dengan adanya perubahan besar ini, BTN Syariah berkomitmen untuk memastikan kelancaran proses pemisahan tanpa mengganggu pengalaman nasabah. Semua layanan akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar