Buka 1.200 Toko, Tantangan Saham MDIY Menghadang

Pencapaian Penting dalam Ekspansi Toko MDIY

PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia (MDIY) baru-baru ini merayakan pembukaan toko ke-1.200 yang berlokasi di Sumbawa. Penambahan gerai ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan rumah tangga yang hemat dan lengkap.

Direktur Utama MDIY, Edwin Cheah, menyampaikan bahwa kehadiran toko ke-1.200 di Sumbawa merupakan tonggak penting bagi perjalanan MR.D.I.Y. Indonesia. Ia menegaskan bahwa kini pertumbuhan ritel tidak lagi terkonsentrasi hanya di kota-kota besar, karena pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah terus berkembang. MDIY hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut dengan menyediakan akses belanja yang lebih merata.

“Misi kami adalah menjadi bagian dari kemajuan daerah, mendukung aktivitas ekonomi lokal, dan menyediakan nilai terbaik bagi keluarga Indonesia di mana pun mereka berada,” ujar Edwin dalam siaran pers.

Jaringan Gerai yang Semakin Luas

Hingga akhir September 2025, jumlah toko MDIY tercatat sebanyak 1.154 gerai. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, perseroan membuka 46 toko baru. Kini, jaringan gerai MDIY telah tersebar di 422 dari total 516 kota dan kabupaten di Indonesia.

MDIY tercatat sebagai emiten ritel dengan laju ekspansi tercepat di industrinya. Perseroan membuka 400 toko pertama dalam lima tahun, yakni periode 2017–2022. Selanjutnya, sebanyak 800 toko tambahan dibuka hanya dalam tiga tahun pada periode 2023–2025.

Strategi yang Tepat dalam Menghadapi Persaingan

Analis saham sektor ritel MNC Sekuritas, Catherine, menilai progres ekspansi gerai MDIY saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target akhir tahun. Menurutnya, pencapaian lebih dari 1.200 toko merupakan target yang sangat feasible.

Strategi MDIY dinilai tepat dalam merespons dinamika dan persaingan industri, terutama melalui ekspansi ke wilayah luar Jawa. Meski Jawa memiliki potensi ekonomi besar, tingkat persaingan ritel di wilayah tersebut sudah relatif jenuh. Sebaliknya, wilayah luar Jawa masih menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dan belum terlalu padat bagi peritel yang menyediakan kebutuhan rumah tangga, aksesori, dan elektronik seperti MDIY.

“Strategi MDIY fokus ke area dengan potensi pertumbuhan tinggi sambil tetap menawarkan produk yang sangat affordable. Ini menjadi fondasi penting bagi growth story yang solid dan berkelanjutan,” kata Catherine.

Kinerja Keuangan yang Stabil

Dari sisi kinerja keuangan, pembukaan toko baru sepanjang 2025 diperkirakan akan mendorong pendapatan perseroan. Hingga sembilan bulan 2025, MDIY membukukan pendapatan sebesar Rp 5,77 triliun atau tumbuh 17,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan jumlah toko dan transaksi, yang secara nasional mencapai 73 juta transaksi pada periode Januari–September 2025 atau naik 12,4 persen yoy.

Dari sisi profitabilitas, MDIY mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 1,87 triliun, meningkat 15,7 persen yoy. Marjin EBITDA tetap terjaga di kisaran 32 persen.

“Hal lain yang juga menarik dari MDIY adalah, ketika ekspansif buka 239 toko di tahun 2025, top line memang tumbuh tetapi dilusi marjin minimal dan tetap solid dengan EBITDA marjin tetap di 32–33 persen. Ini artinya ekspansi tidak mengorbankan profitabilitas,” jelas Catherine.

Prospek Pertumbuhan yang Menjanjikan

Ia menambahkan, dengan arus kas yang kuat, neraca yang solid, serta rasio utang yang rendah, prospek pertumbuhan dua digit MDIY masih dapat dipertahankan dalam jangka menengah, selama perseroan konsisten membuka setidaknya 200 toko baru setiap tahun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan