Bukan Mandi Malam, Ini 7 Penyebab Rematik yang Sebenarnya

Mitos tentang Mandi Malam dan Penyebab Rematik

Banyak orang percaya bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik. Anggapan ini muncul karena suhu dingin di malam hari dianggap bisa memicu nyeri sendi dan membuat tubuh menjadi kaku. Namun, sebenarnya anggapan tersebut hanyalah mitos belaka dan tidak didukung oleh bukti medis yang jelas.

Jika bukan mandi malam, lalu apa sebenarnya penyebab rematik? Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh peradangan kronis pada sendi. Peradangan ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan justru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Dr. Terence Rooney, M.D, dokter spesialis penyakit reumatik, menjelaskan bahwa siapa pun bisa terkena penyakit rematik ini. “Hampir tanpa pengecualian, penyakit rematik autoimun dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, usia, riwayat keluarga, faktor genetik, atau tempat tinggal,” ujarnya.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor dan kelompok demografis tertentu yang lebih rentan terhadap penyakit rematik ini. Berikut beberapa faktor penyebab rematik:

  • Faktor Genetik
    Jika Anda memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami rematik, risiko Anda mengalami kondisi serupa meningkat. Oleh karena itu, jika keluarga Anda memiliki rheumatoid arthritis, penting untuk lebih peka terhadap gejala awal dan melakukan pemeriksaan sejak dini bila muncul keluhan pada sendi.

  • Gangguan Sistem Imun
    Ketika sistem imun mengalami gangguan, tubuh dapat menyerang jaringan sendi seolah-olah sedang melawan infeksi. Hal ini terjadi pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis atau juvenile idiopathic arthritis yang dialami remaja. Peradangan yang berlangsung lama ini membuat sendi mudah nyeri, bengkak, dan berpotensi mengalami kerusakan.

  • Jenis Kelamin
    Ada penyakit rematik yang lebih sering menyerang jenis kelamin tertentu. Contohnya, rheumatoid arthritis lebih banyak dialami oleh perempuan, sementara ankylosing spondylitis lebih umum terjadi pada laki-laki.

  • Obesitas
    Berat badan berlebih dapat membebani sendi secara terus-menerus, terutama sendi penopang tubuh seperti lutut dan pergelangan kaki. Hal ini dapat membuat sendi lebih cepat mengalami iritasi dan kerusakan.

  • Riwayat Kesehatan
    Riwayat kesehatan tertentu dapat menyebabkan rematik, seperti infeksi virus atau bakteri, penyakit gusi, pengalaman trauma masa kecil, dan stres berat.

  • Kebiasaan Merokok
    Merokok dapat menyebabkan rematik karena zat berbahaya dalam asap rokok dapat mengganggu fungsi sistem imun dan menimbulkan peradangan pada sendi.

  • Paparan Zat Kimia dan Polutan
    Paparan terhadap polusi atau bahan kimia tertentu, seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit rematik.

Cara Mencegah Rematik dan Menjaga Sendi Tetap Sehat

Untuk menjaga sendi agar tetap sehat, berikut cara mencegah rematik yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Hindari merokok
  • Jaga berat badan ideal
  • Konsumsi makanan bergizi anti-inflamasi (sayur, buah, ikan berlemak, kacang-kacangan)
  • Rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari
  • Tidur yang cukup dan atasi stres
  • Jika punya riwayat keluarga, lakukan pemeriksaan rutin

Kesimpulan

Rematik tidak disebabkan karena mandi malam seperti yang selama ini banyak orang yakini. Faktor penyebab rematik sebenarnya adalah gangguan autoimun, faktor genetik, obesitas, gaya hidup tidak sehat, infeksi dan riwayat kesehatan tertentu, paparan zat kimia, serta kebiasaan merokok. Oleh karena itu, mari lebih bijak untuk menjaga pola hidup sehat untuk menjaga sendi agar tetap sehat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan