Bukan paku, banyak mobil pecah ban di jalan Jogja-Wates karena ranjau alami ini

Jalan Jogja-Wates di Kulon Progo Diserang Lubang yang Menyebabkan Banyak Mobil Pecah Ban

Jalan Raya Jogja-Wates, khususnya di KM 23 Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta, menjadi sorotan akibat banyaknya kendaraan yang mengalami kerusakan ban. Namun, penyebab utamanya bukanlah paku atau benda tajam, melainkan lubang-lubang alami yang muncul secara tiba-tiba.

Lubang tersebut terletak di sekitar area jalan dan jumlahnya cukup banyak. Kerusakan aspal ini membuat pengendara terpaksa menepikan kendaraan mereka untuk menghindari kecelakaan atau kerusakan lebih parah. Imran (30), pemilik toko tambal ban di sekitar lokasi, mengatakan bahwa sudah banyak korban yang mengalami pecah ban karena menghantam lubang-lubang ini.

"Ban mobil sobek seperti ini. Tidak bisa dipakai lagi," katanya sambil menunjukkan beberapa ban mobil yang rusak. Ia juga menyebutkan bahwa keluhan tentang lubang tersebut sudah dilaporkan oleh para pengendara sejak hampir seminggu lalu.

Banyak jenis kendaraan, termasuk mobil keluarga dan mobil listrik, turut menjadi korban. Pada hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, Imran melayani pemilik mobil listrik yang ban-nya sobek karena bagian kiri depan dan belakang menghajar lubang jalan. Pengemudi tersebut berniat menuju Prambanan.

Puncak insiden terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 19.00–20.00 WIB. Meskipun bengkel sudah tutup, beberapa mobil tetap datang dengan kondisi ban robek. Situasi memburuk saat hujan turun, mengubah lubang menjadi jebakan tak terlihat karena tertutup air. Pengemudi baru menyadari masalah setelah mobil oleng dan ban rusak.

Beberapa mobil bahkan mengalami kerusakan pelek akibat benturan dalam lubang. Pengendara harus mengeluarkan biaya tambahan, minimal Rp 300 ribu untuk ban bekas, terlebih banyak mobil kini tidak lagi dilengkapi ban cadangan.

Warga sudah melaporkan kerusakan jalan itu sejak beberapa hari lalu namun belum ditangani, padahal ruas Jogja–Wates merupakan jalur nasional dengan lalu lintas padat. "Bisa saja sampai puluhan mobil mengalami hal ini, karena ada juga bengkel panggilan yang siap dipanggil ke lokasi kejadian," terang Imran.

Penyebab Lubang di Jalan Nasional

Menurut Septi Adi Jati Wibowo, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, munculnya lubang tersebut disebabkan oleh berbagai faktor. "Bisa karena beban kendaraan yang overload dan juga kondisi tanah di Kulon Progo yang tentu berbeda dengan di wilayah lain," tuturnya.

Aspal menerima beban terus-menerus, lalu air masuk ke dalam retakan lapisan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan. Namun, Septi menegaskan perbaikan jalan nasional bukan wewenang pihaknya. Pihaknya telah menyampaikan keluhan warga tersebut kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang memiliki kewenangan teknis.

"Informasi kerusakan sudah kami sampaikan untuk ditindaklanjuti," ujar Septi. Menurutnya, Satker juga memantau laporan kerusakan jalan dari berbagai pihak dan masyarakat, yang menjadi dasar percepatan koordinasi penanganan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan