
Hannah Covington, Bule Cantik yang Tertarik pada Budaya dan Literasi Desa Ngombog
Seorang perempuan asal Amerika Serikat, Hannah Covington, mendadak menjadi sorotan warga Grobogan setelah tertarik dengan tradisi Tawu Sendang dan Taman Baca Merti Lestari yang berada di tengah hutan. Kunjungan Hannah ke Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jumat, 2 Januari 2026, bukan hanya sekadar wisata biasa, melainkan upaya untuk menyaksikan langsung budaya lokal yang dijalankan secara turun-temurun.
Tawu Sendang merupakan tradisi bersih mata air yang rutin dilakukan warga desa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menjaga kelestarian sumber air. Selama kunjungannya, Hannah tampak antusias mengikuti aktivitas warga yang bergotong royong membersihkan sendang di tengah kawasan hutan. Ia juga didampingi oleh Inayati, pegiat literasi Desa Ngombak yang selama ini mengelola Taman Baca Merti Lestari.
Inayati menjelaskan bahwa kunjungan Hannah bermula dari rekomendasi rekan komunitas seni yang mengenalkan Tawu Sendang. "Dia tahu ada Tawu Sendang di sini dari teman saya di komunitas seni di Salatiga," ujar Inayati, Sabtu, 3 Januari 2026.
Rasa penasaran terhadap tradisi desa membuat Hannah memutuskan datang langsung meski lokasi Desa Ngombak jauh dari pusat kota. Selain tertarik pada budaya, Hannah juga diketahui sedang mendalami bahasa Indonesia selama hampir setahun menetap di Tanah Air. Inayati menyebut Hannah masih memiliki waktu sekitar dua bulan di Indonesia untuk belajar bahasa serta memahami kehidupan masyarakat desa.
Kedekatan Hannah dengan dunia literasi menjadi kejutan tersendiri bagi Inayati. Hannah ternyata gemar membaca dan sangat tertarik melihat koleksi buku di Taman Baca Merti Lestari. Keberadaan taman baca di desa yang dikelilingi hutan membuat Hannah merasa kagum dan tidak menyangka fasilitas literasi tersedia lengkap.
Menurut Inayati, sebagian besar buku di taman baca tersebut berasal dari Perpustakaan Nasional yang rutin mendukung literasi desa. Hannah tetap aktif berinteraksi dengan warga meski kemampuan bahasa Indonesianya masih terbatas selama berada di desa. "Kan desa di tengah hutan. Di desa seperti itu ada buku-buku yang lengkap," kata Inayati menjelaskan kekaguman Hannah.
Karena keterbatasan bahasa, Hannah memilih meminjam buku cerita pendek agar lebih mudah memahami isi bacaan. Interaksi sederhana itu justru menciptakan kedekatan antara Hannah dengan anak-anak dan warga Desa Ngombak. Ketertarikan Hannah terhadap literasi desa mendorong rencana membuat agenda khusus di taman baca dalam waktu dekat.
Ia disebut ingin terlibat langsung membantu kegiatan belajar anak-anak selama masih berada di Indonesia. "Ada ketertarikan untuk membantu saya belajar dengan anak-anak," ujar Inayati menirukan rencana Hannah. Rencana tersebut diperkirakan berlangsung tiga hingga empat kali pertemuan dengan konsep belajar santai dan menyenangkan.
Kunjungan bule Amerika itu memberi dampak positif bagi semangat warga dalam menjaga tradisi dan mengembangkan literasi desa. Inayati mengaku kehadiran Hannah menjadi energi baru untuk terus memajukan taman baca di tengah keterbatasan desa. Menurutnya, perhatian orang asing terhadap literasi desa menjadi bukti bahwa upaya kecil dapat memberi dampak besar.
"Kunjungan tak terduga ini bikin saya lebih semangat lagi untuk memajukan desa dengan literasi," tandas Inayati.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar