
nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA,
– Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pasokan beras di wilayah bencana Sumatera dalam kondisi aman. Hal ini dilakukan setelah pemerintah menugaskan untuk melipatgandakan stok hingga tiga kali dari kebutuhan setiap kabupaten/kota di daerah terdampak.
Rizal menjelaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menambah cadangan beras, sehingga pemerintah daerah tidak mengalami kekurangan pangan saat kebutuhan meningkat mendadak.
"Kami diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota," ungkap Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.
Contohnya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang awalnya mengajukan tambahan 1.000 ton beras, langsung dipenuhi menjadi 3.000 ton untuk menjamin ketersediaan pangan selama masa tanggap darurat bencana banjir. Di Provinsi Aceh, total beras yang telah dikirim mencapai 8.670 ton, dengan stok tersedia sekitar 75.000 ton di gudang Bulog berbagai wilayah strategis kabupaten/kota.
"Hal ini untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota tidak kekurangan. Saat ini kami masifkan pendorongan tersebut," jelas Rizal.
Untuk daerah tanpa gudang Bulog, seperti Bener Meriah, distribusi didukung dari gudang di Takengon. Sementara Aceh Tamiang dilayani dari gudang di Langsa, memanfaatkan gudang sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) setempat untuk mempercepat penyaluran darurat bencana.
Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras di Sumatera Utara dengan stok gudang mencapai 125.781 ton, memastikan pasokan bagi wilayah terdampak mencukupi. Sementara di Sumatera Barat, total penyaluran beras mencapai 1.069 ton dengan stok gudang sekitar 8.527 ton siap digerakkan sesuai perkembangan situasi lapangan.
Bulog mengatasi tantangan distribusi yang disebabkan oleh keterbatasan akses darat akibat jembatan putus dengan berkolaborasi bersama TNI AU dan TNI AL menggunakan jalur udara dan laut, termasuk helikopter dan pesawat Hercules, untuk mempercepat distribusi bantuan secara efektif.
"Saudara-saudara kita di daerah bencana tidak perlu bimbang karena beras kita cukup banyak. Tinggal bagaimana mendistribusikannya," tambah Rizal.
Hingga 2 Januari 2026, total bantuan beras untuk bencana hidrometeorologi Sumatera telah mencapai 14.227 ton. Penyaluran akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Berikut beberapa langkah yang dilakukan Bulog dalam memastikan pasokan beras tetap stabil:
- Peningkatan Stok Beras: Bulog meningkatkan stok beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan setiap kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana.
- Distribusi Beras ke Wilayah Terpencil: Untuk daerah yang tidak memiliki gudang Bulog, distribusi dilakukan melalui gudang pusat atau gudang sementara, seperti di Gelanggang Olahraga (GOR).
- Kolaborasi dengan TNI: Bulog bekerja sama dengan TNI AU dan TNI AL untuk mempercepat distribusi beras melalui jalur udara dan laut, termasuk penggunaan helikopter dan pesawat Hercules.
- Penyediaan Stok Cadangan: Bulog menyediakan stok beras yang cukup besar di gudang-gudang strategis untuk memastikan ketersediaan beras selama masa tanggap darurat.
- Pemantauan dan Evaluasi: Bulog terus memantau situasi lapangan dan menyesuaikan penyaluran beras sesuai kebutuhan yang muncul.
Beberapa daerah yang menerima bantuan beras dari Bulog antara lain:
- Aceh: Total beras yang telah dikirim mencapai 8.670 ton, dengan stok gudang sekitar 75.000 ton.
- Sumatera Utara: Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras dengan stok gudang mencapai 125.781 ton.
- Sumatera Barat: Total penyaluran beras mencapai 1.069 ton dengan stok gudang sekitar 8.527 ton.
- Bener Meriah, Aceh: Awalnya mengajukan tambahan 1.000 ton beras, namun dipenuhi hingga 3.000 ton.
Selain itu, Bulog juga melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan keberlanjutan pasokan beras:
- Peningkatan Kapasitas Gudang: Memperluas kapasitas gudang Bulog di berbagai wilayah untuk menyimpan stok beras yang lebih besar.
- Peningkatan Efisiensi Logistik: Mengoptimalkan sistem logistik untuk mempercepat distribusi beras ke daerah-daerah yang terdampak bencana.
- Penguatan Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah: Membangun kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran beras tepat sasaran.
- Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan teknologi untuk memantau stok beras dan mengelola distribusi secara real-time.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup dan stabil di berbagai wilayah terdampak bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar