Bupati Aceh Tengah: Bantuan untuk Warga Terisolir Belum Cukup

Bupati Aceh Tengah: Bantuan untuk Warga Terisolir Belum Cukup

Kondisi Bantuan Logistik yang Belum Cukup untuk Warga Terdampak Bencana

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa sebagian bantuan logistik yang diterima warga terdampak bencana hidrometeorologi di daerahnya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu hari. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada respons atas surat yang dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk meminta bantuan, bantuan yang diberikan belum sepenuhnya memadai.

“Sudah ada respons dan sudah ada sebagian diberikan bantuan. Ada beras yang dikirim, tapi kalau lewat udara kan terbatas. Tapi sudah direspons,” jelas Haili dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Selasa (2/12/2025).

Ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. Bahkan, untuk satu hari pun, bantuan yang diberikan masih kurang.

“Tidak ada berapa hari. Tidak cukup. Satu hari pun belum cukup, karena desanya 295, kecamatannya 14, itu tidak cukup,” ujarnya.

Daerah Terisolir Masih Menghadapi Kesulitan

Puluhan ribu warga terdampak banjir dan longsor di 87 desa Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir. Haili menyebutkan bahwa saat ini enam dari 14 kecamatan di daerahnya masih terisolir. Jumlah desa yang terisolir mencapai 87 desa, dan akses darat ke wilayah tersebut masih tertutup.

“Kami ada 14 kecamatan, 295 desa, dan hari ini yang terisolir kecamatannya ada enam. Awalnya 12, turun jadi sembilan, turun lagi tujuh, dan hari ini tinggal enam kecamatan lagi,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jalan darat menuju empat kabupaten-kota lain masih lumpuh total. Banyak jembatan di daerah tersebut putus, sehingga menyulitkan distribusi bantuan.

“Hari ini dari empat wilayah jalan darat yang selama ini menghubungkan Aceh Tengah dengan Bireuen, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Nagan Raya, semuanya lumpuh total,” ungkapnya.

Keluhan Warga Terkait Kelangkaan BBM dan Bahan Pokok

Ribuan warga terdampak bencana juga datang ke kantor bupati untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), beras, gas, dan kebutuhan pokok lainnya. Menurut Haili, aksi yang dilakukan oleh warga tetap damai.

“Perlu kami sampaikan bahwa tadi kami didatangi oleh ribuan masyarakat ke kantor bupati, menyuarakan tentang kelangkaan BBM, beras, gas, dan kebutuhan yang lain. Alhamdulillah aksinya damai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kelangkaan BBM dan bahan pokok tersebut membuat masyarakat resah dan gelisah. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres setempat untuk membentuk tim trail dalam mendistribusikan bantuan.

Namun, kendaraan berupa sepeda motor trail masih kesulitan menembus daerah yang terisolir. Oleh karena itu, Haili berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah lebih lanjut, seperti mengirimkan helikopter untuk mendistribusikan bantuan ke daerah terpencil.

“Kami bersama Pak Dandim dan Kapolres sudah membentuk tim trail, tapi trail tidak bisa tembus juga. Kami sudah diskusi dengan Pak Gubernur melalui Pak Wakil Gubernur, ini harus melalui udara,” tambahnya.

Solusi yang Diharapkan

Haili berharap agar Presiden dan Menteri dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi warga. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat agar bantuan dapat segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan