
Bupati Aceh Tenggara Membuat Pernyataan Kontroversial Saat Kunjungan Presiden Prabowo
Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, membuat pernyataan yang mengejutkan publik saat mengunjungi lokasi banjir di Kutacane. Ia menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto menjadi presiden seumur hidup. Ucapan ini langsung viral dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Salim Fakhry adalah politikus senior Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode. Kini ia menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara untuk periode 2025–2030. Pernyataannya tersebut muncul saat Presiden Prabowo sedang meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Kutacane, Senin (1/12/2025).
Alasan Bupati Menyampaikan Harapan Itu
Salim awalnya menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo karena telah datang langsung ke Aceh Tenggara setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut. Ia menyebut bahwa kehadiran Presiden membantu menjembatani keluhan warga pengungsi dari berbagai kecamatan.
Setelah memuji Presiden, Salim kemudian menyampaikan pernyataan yang langsung menyita perhatian. Ia mengatakan, “Kalau bisa Bapak Prabowo menjadi presiden seumur hidup.” Ucapan itu langsung mendapat respons positif dari para pengungsi yang hadir. Namun, Presiden hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala, memberi isyarat bahwa ia tidak ingin isu tersebut mengganggu fokus kunjungan.
Peran Bupati dalam Penanganan Bencana
Di hadapan Presiden, Salim juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat membantu pemulihan Aceh Tenggara pasca-bencana. Ia menyoroti bahwa banyak kecamatan terdampak banjir dan warga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Dengan kedatangan Presiden, ia berharap bantuan untuk masyarakat bisa segera tersalurkan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tenggara merupakan bagian dari peninjauan wilayah terdampak bencana di Sumatera bagian utara, termasuk di Tapanuli Tengah yang juga mengalami banjir besar.
Latar Belakang Politik Muhammad Salim Fakhry
Muhammad Salim Fakhry bukanlah nama baru di panggung politik Indonesia. Ia lahir di Aceh Tenggara pada 21 Oktober 1968. Sejak awal kariernya, ia aktif dalam partai politik dan lembaga masyarakat. Di internal Partai Golkar, Salim dikenal sebagai kader yang memiliki pengaruh kuat di wilayahnya.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara untuk periode 2020–2025 dan pernah menjabat Wakil Bendahara Umum DPP Golkar pada 2019–2024. Jejaringnya di partai dan organisasi kemasyarakatan sangat luas, termasuk pernah memimpin KNPI Aceh Tenggara, AMPI, hingga PMI Aceh Tenggara selama bertahun-tahun.
Selain itu, ia aktif dalam lembaga pendidikan dan organisasi sosial seperti STAISES Aceh Tenggara, Persatuan Marga Selian, dan IPHI Aceh Tenggara.
Dari DPR ke Kursi Bupati
Meskipun tidak kembali terpilih ke Senayan pada Pemilu 2024, Salim justru dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah kelahirannya sebagai Bupati Aceh Tenggara periode 2025–2030. Jabatan ini memperkuat posisinya sebagai figur sentral dalam pemerintahan lokal sekaligus tokoh Golkar yang memiliki basis massa loyal.
Pernyataan yang Viral dan Kontroversial
Momen Salim mendampingi Prabowo saat meninjau lokasi pengungsian menjadi titik sorotan baru dalam karier politiknya. Di tengah warga yang berkumpul, ia menyampaikan dukungan agar Prabowo menjadi “presiden seumur hidup”. Pernyataan tersebut langsung mendapat respons Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa dirinya hadir untuk meninjau kondisi warga, bukan membahas isu politik.
Respons itu sekaligus meredam suasana dan menjaga fokus kunjungan pada penanganan bencana. Ucapan Salim itu kemudian menjadi perbincangan publik, memunculkan penilaian beragam, mulai dari dukungan politik hingga kritik terhadap gaya komunikasinya.
Figur Lokal dengan Pengaruh Besar
Terlepas dari kontroversinya, Muhammad Salim Fakhry tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Aceh Tenggara. Karier panjang di legislatif, pengalaman di partai, serta keterlibatannya dalam organisasi masyarakat menjadikan Salim figur yang memiliki jaringan kuat baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pernyataan yang ia lontarkan mungkin memicu perdebatan, tetapi sosok Salim Fakhry tetap dikenal sebagai politikus Golkar yang vokal, loyal, dan memiliki basis dukungan solid di wilayahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar