
Kepulangan Tim Relawan Pemkab Abdya di Aceh Timur
Suasana haru mengisi Pendopo Bupati Aceh Timur, Jumat 12 Desember 2025, saat Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky melepas kepulangan Tim Relawan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Setelah tiga hari berjuang keras dalam menyalurkan bantuan ke lokasi banjir bandang terparah, tim relawan akhirnya pamit pulang.
Bupati Al-Farlaky tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengapresiasi ketulusan para relawan yang rela menempuh perjalanan jauh demi membantu warga di desa-desa terisolir. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan dan tenaga kesehatan (Nakes) Abdya. Ia menegaskan bahwa kerja keras dan keikhlasan mereka dalam menembus medan berbahaya tidak bisa dibalas, tetapi akan menjadi amal jariyah.
Bantuan yang Tidak Main-Main
Totalitas Tim Relawan Pemkab Abdya tidak main-main. Mereka mengerahkan dua truk tronton yang penuh dengan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Selain logistik, tim medis juga diterjunkan untuk menggelar pengobatan gratis di tiga desa terdampak parah, yaitu Desa Cek Mbon, Desa Sijudo, dan Desa Sah Raja. Bantuan ini diakui oleh Bupati Al-Farlaky telah memberikan semangat baru bagi warga Aceh Timur untuk bangkit pasca-bencana.
Ia juga menyampaikan salam hormat kepada sahabatnya, Bupati Abdya, serta seluruh masyarakat di sana yang telah peduli pada Aceh Timur. Kepedulian tersebut dinilai sangat berarti bagi warga setempat.
Cerita Menarik di Balik Kepulangan
Ada cerita menarik di balik kepulangan tim relawan ini. Koordinator tim medis, dr. Nuri, mengungkapkan bahwa Bupati Al-Farlaky sempat meminta agar masa tugas Nakes diperpanjang hingga satu minggu ke depan. "Benar, Pak Bupati bahkan bilang akan menelepon langsung Bupati Abdya, Bapak Safaruddin, untuk meminta izin perpanjangan," ungkap dr. Nuri yang bekerja sama dengan dr. Ikhsan dalam misi ini.
Namun, kondisi fisik para relawan menjadi pertimbangan utama. Tim Nakes Abdya diketahui telah bergerak secara maraton selama hampir dua pekan tanpa henti, mulai dari misi kemanusiaan di Nagan Raya, Aceh Tamiang, hingga terakhir di Aceh Timur. Kelelahan fisik membuat mereka harus memutuskan untuk kembali guna memulihkan tenaga.
Penghargaan dan Harapan
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Aceh Timur yang memfasilitasi kami layaknya keluarga sendiri. Bahkan baju bersih dan sepatu boot pun beliau sediakan saat seragam kami sudah tak layak pakai," tutur dr. Nuri menutup pembicaraan, seraya mendoakan Aceh Timur segera pulih.
Dengan kepulangan tim relawan ini, warga Aceh Timur merasa didukung oleh banyak pihak. Mereka percaya bahwa dengan bantuan dan dukungan yang diberikan, mereka akan mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti sedia kala.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar