
Cuaca Ekstrem dan Ancaman Banjir Rob di Kepulauan Anambas
Perubahan iklim yang terus berlangsung memberikan dampak signifikan terhadap kawasan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Ancaman banjir rob dan gelombang tinggi mulai muncul sebagai ancaman nyata yang mengancam kehidupan masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan berbagai upaya untuk menyosialisasikan bahaya cuaca buruk kepada masyarakat. Namun, ironisnya, masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tersebut. Hal ini terlihat dari kejadian yang menimpa empat awak kapal KM Pelangi 15. Mereka mengalami musibah laut karena tidak memperhatikan peringatan yang diberikan oleh pihak berwenang.
Keempat awak kapal tersebut sempat hilang kontak ketika sedang berlayar dalam kondisi cuaca buruk. Meskipun akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, insiden ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang bekerja di laut. Kejadian ini juga mendapat perhatian dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng.
Bupati Aneng menyoroti aksi nekat para awak kapal yang tetap berlayar meskipun sudah diperingati oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi cuaca buruk. Ia menegaskan bahwa peringatan dari BMKG harus dianggap serius agar tidak terjadi musibah di laut.
BMKG sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca buruk. Tolong peringatan itu harus diperhatikan secara serius agar tidak terjadi musibah di laut, pesan Bupati Aneng kepada awak media di Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Rabu (10/12/2025) siang.
Ia kemudian mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya mereka yang berkativitas di laut, untuk mengikuti peringatan cuaca. Insiden yang terjadi pada KM Pelangi 15 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat yang beraktivitas di laut dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Aneng mengaku turut bersedih mendengar insiden yang dialami oleh para awak KM Pelangi 15. Ia mengharapkan aksi nekat berlayar di tengah peringatan cuaca buruk tidak terulang kembali.
Seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut, nakhoda, agen kapal dan penumpang harus mengutamakan keselamatan. Perhatikan prakiraan cuaca dan cek kondisi kapal sebelum berlayar agar tidak terjadi musibah di laut, pesan Bupati Kepulauan Anambas itu.
Empat awak kapal KM Pelangi 15 yang sempat hilang kontak adalah:
- Syaiful Anwar (54), asal Tanjungpinang Timur.
- Abidin (43), asal Tanjungunggat, Tanjungpinang.
- Sarip (38), asal Pulau Nyamuk, Siantan Timur.
- Juraimi (46), asal Pulau Nyamuk, Siantan Timur.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar