Bupati Bogor Diduga Selingkuh dengan ASN, Ancam Anak dan Ngegas Istri Sah

Kasus Perselingkuhan ASN di Disdik Kabupaten Bogor yang Viral

Sebuah kasus perselingkuhan antara dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yakni Sani Handayani dan Sudarno, kembali menjadi perbincangan. Hubungan terlarang keduanya akhirnya terungkap setelah digerebek oleh anak Sudarno sendiri. Kejadian ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar.

Sani Handayani, yang saat ini menjabat sebagai pengawas SD di lingkungan Disdik Kabupaten Bogor, diketahui menjalin hubungan gelap dengan Sudarno, rekan kerjanya sendiri. Sudarno, yang merupakan pengawas wilayah Nanggung, Jasinga, Leuwiliang, dan Pamijahan, dikenal memiliki tiga orang anak. Meski telah memiliki istri sah, ia justru memilih untuk berselingkuh dengan Sani.

Kisah asmara keduanya ternyata sudah diketahui sejak tahun lalu. Pada Juni 2025, keduanya sempat dipanggil oleh pihak Disdik Kabupaten Bogor untuk memberikan klarifikasi. Namun, enam bulan setelah pemanggilan tersebut, Sudarno masih belum mengakhiri hubungan dengan istri sahnya. Bahkan, ia dikabarkan telah menikah siri dengan Sani tanpa melalui proses perceraian yang sah.

Anak Sudarno, Dilla, dalam unggahannya di TikTok @croco.dilaa, menyampaikan kekecewaannya terhadap ayahnya. Ia menulis:

"Enam bulan terakhir, Mama digantung. Tidak diceraikan, tidak dirujuk, tidak diberi kepastian. Sementara di belakang hubungan yang seharusnya tidak pernah ada itu justru berjalan bebas, bahkan berkembang sampai ke titik yang tidak pernah kami bayangkan."

Dilla juga menyebut bahwa ayahnya kini tinggal serumah dengan Sani. Hal ini membuat keluarga dan lingkungan sekitar merasa prihatin dan mengkritik tindakan Sudarno dan Sani.

Reaksi Keras dari Keluarga

Dilla datang ke kamar Sani dan mencoba berbicara dengannya. Ia memulai dengan salam dan memperkenalkan diri, tetapi Sani hanya diam dan menghadap ke tembok. Dilla kemudian melabrak Sani, yang dianggapnya telah merebut ayahnya.

"Ibu kok gak ada malunya sih bu, ngerebut ayah saya, ayah saya masih punya istri," katanya.

Sudarno, di sisi lain, mengklaim bahwa ia telah menjatuhkan talak tiga pada istri sahnya. Ia mengatakan:

"Udah cerai sayang, udah cerai. Udah pisah sama mama, udah talak tiga. Secara agama udah cerai udah gak bisa."

Namun, ketika Dilla keluar kamar, Sani tiba-tiba marah dan membanting pintu. Ia teriak:

"Divideo melulu,"

Dilla merespons dengan:

"Malu ya bu ?"

Tidak hanya itu, Sani juga mengancam Dilla, anak dari Sudarno. Ia berkata:

"Dituntut balik juga kamu,"

Dilla menjawab dengan tenang:

"Ya udah tuntut aja yah,"

Perlawanan Sani dan Penjelasan dari Pihak Disdik

Sani Handayani bukan kali ini saja melakukan perlawanan. Ia bahkan pernah meladeni chat dari istri sah Sudarno. Dalam percakapan tersebut, Sani menyatakan:

"Hak saya juga memilih siapapun untuk saya jadikan suami. Mau dia bujangan, duda atau beristri. Dan menurut agama diperbolehkan kan suami memiliki 2, 3, 4 istri,"

Pemeriksaan yang dilakukan pada Juni 2025 lalu belum mengungkapkan sanksi yang akan diberikan kepada Sudarno dan Sani. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, mengatakan bahwa sanksi akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan diperoleh.

"Sanksi nunggu hasil pemeriksaan, gak bisa diduga-duga karena nanti pemeriksaan yang akan mengungkapkan kira-kira jenis sanksinya seperti apa,"

Kini, kasus ini kembali viral setelah enam bulan berlalu. TribunnewsBogor.com telah mengirimkan pesan konfirmasi kepada Rusliandy, tetapi belum mendapatkan respons. Begitu pula dengan pesan langsung ke Dilla.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan