Perantau Jawa Tengah Berkumpul di TMII untuk Merasakan Kedekatan dengan Tanah Air
Sabtu pagi (6/13/2025) di Anjungan Jawa Tengah, TMII, terasa berbeda dari biasanya. Pendapa kayu yang hangat itu tiba-tiba dipenuhi wajah-wajah rindu. Wajah rindu pada kampung halaman, rindu pada bahasa ibu, dan rindu pada tanah yang membesarkan mereka. Ratusan perantau Jawa Tengah hadir dari berbagai penjuru Jabodetabek mulai dari mahasiswa, pekerja hingga pelaku usaha.
Mereka datang bukan hanya untuk mengikuti diskusi, tetapi juga untuk merasakan kembali kedekatan sebagai wong Jowo. Di tengah kerumunan itulah, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto hadir menyapa. Dalam banyak momen yang diabadikan, peserta dan pemimpin di Jateng, keduanya tampak duduk di barisan depan, berbincang santai dengan kepala daerah lain, sesekali tertawa, sesekali mengangguk menyimak cerita yang disampaikan Gubernur maupun warga.

Momen kebersamaan itu terasa lebih dekat ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdiri dan menyampaikan ajakan pulang kampung kepada para perantau. “Bapak-bapak dan adik-adik sekalian, anda tidak jadi jagoan kalau belum menaklukkan Jawa Tengah dengan pulang kampung, membangun kampungnya masing-masing,” ucapnya. Kalimat itu menggugah seakan menepuk bahu para pendengar agar tidak melupakan tanah asal yang membentuk siapa mereka hari ini.
Luthfi lalu menambahkan pesan tentang pentingnya menjaga jati diri sebagai orang Jawa Tengah. “Jangan hilangkan tradisi di wilayah, karena membangun Jawa Tengah dasarnya adalah kekerabatan, gotong royong, dan tepa salira. Itu yang menjadi nyawanya Provinsi Jawa Tengah,” sambungnya.
Di sudut lain pendopo, kamera dan ponsel warga tidak berhenti memotret. Tidak sedikit peserta yang meminta foto bersama Bupati dan Wabup Klaten. Ada kebanggaan tersendiri bagi warga rantau ketika bisa bertemu pemimpinnya secara langsung di kota lain, dalam suasana hangat kekeluargaan.

Bupati Klaten Hamenang merasakan energi itu. Ia mengatakan pertemuan ini bukan sekadar acara formal, melainkan ruang bertukar cerita antara pemerintah daerah dan warganya yang jauh dari kampung halaman. “Agenda hari ini kita di Taman Mini ngobrol bareng Bapak Gubernur dan Bupati/Wali Kota Milenial Provinsi Jawa Tengah bersama mahasiswa-mahasiswi Jawa Tengah yang ada di Jakarta serta para pengusaha. Kita berdiskusi banyak hal. InsyaAllah banyak insight yang kita dapat,” tuturnya.
Namun ada satu hal yang menjadi kabar paling menggembirakan bagi anak-anak muda. Mas Hamenang sapaan akrabnya mengungkapkan peluang kerja sama baru agar lebih banyak pemuda Jawa Tengah dapat bekerja ke Jepang. “Kita dapat info, ke depan kita akan kerja sama agar makin banyak generasi muda kita yang berangkat ke Jepang,” ujarnya. “Mohon doanya semoga lancar sehingga mulai tahun depan tidak hanya 1.000 per tahun, tapi bisa naik lagi. Dengan begitu, anak-anak muda kita yang lulus sekolah tidak bingung mau kerja ke mana,” ia melanjutkan.
Sementara itu, Wabup Klaten Benny Indra Ardhianto tampak tidak kalah dekat dengan para peserta. Dalam beberapa momen, ia terlihat berdiri di tengah kerumunan, tersenyum menyapa mahasiswa, dan berbincang dengan para pelaku usaha muda asal Klaten yang kini merantau.
Di akhir acara, ratusan peserta berkumpul di depan panggung untuk foto bersama. Lampu kamera menyalak tanpa henti. Tawa, sorak, dan salam perpisahan terdengar bersahutan. Hari itu, TMII bukan sekadar tempat wisata, ia berubah menjadi rumah sementara, tempat para perantau menambal rindunya dan menguatkan tekad pulang membangun kampung.
Pertemuan itu menjadi pengingat sederhana, sejauh apa pun langkah orang Jawa Tengah di rantau, hatinya tetap berpulang pada tanah yang mengajarinya arti gotong royong dan tepa selira.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar