
Bupati Lampung Tengah Terjaring OTT KPK
Bupati Lampung Tengah Ardito kini berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Ia tiba sekitar pukul 20.14 WIB dengan tampak senyum-senyum sambil memakai topi putih dan menjinjing koper besar serta tas kecil. Saat memasuki gedung, Ardito menyampaikan ucapan alhamdulillah sehat.
Ardito membantah kabar bahwa ia sedang mencoba kabur saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan. Ia mengklaim bahwa dirinya sedang berada di rumah saat kejadian tersebut terjadi.
Sebelumnya, KPK melakukan beberapa operasi tangkap tangan dalam tahun ini. Berikut adalah rangkuman OTT-OTT yang telah dilakukan oleh lembaga anti-korupsi tersebut:
OTT Pertama
OTT pertama terjadi pada Maret 2025 di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, antara lain: * Nopriansyah selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) * Anggota Komisi III DPRD OKU Ferlan Juliansyah (FJ) * Ketua Komisi III DPRD OKU M Fahrudin (MFR) * Ketua Komisi II DPRD OKU Umi Hartati (UH) * MFZ (M Fauzi alias Pablo) dari pihak swasta * ASS (Ahmad Sugeng Santoso) dari pihak swasta
OTT Kedua
OTT kedua terjadi di Sumatra Utara pada Juni 2025. Ada enam pihak yang ditangkap, namun hanya lima yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah: * Topan Obaja Putra Ginting (Kepala DInas PUPR Provinsi Sumatra Utara) * Rasuli Efendi Siregar (Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumatra Utara) * Heliyanto (PPK Satker PJN Wilayah I Sumatra Utara) * Akhirudin Efendi Siregar (Dirut PT DNG) * Rayhan Dulasmi Pilang (PT RN)
OTT Ketiga
OTT ketiga dilakukan pada Kamis, 7 Agustus 2025, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur. Setelah OTT, KPK menetapkan: * Bupati Kolaka Timur Abdul Azis * Andi Lukman Hakim selaku PIC Kemenkes untuk Pembangunan RSUD * Ageng Dermanto selaku PKK proyek Pembangunan RSUD di Kolaka Timur * Deddy Karnady selaku pihak swasta PT PCP * Arif Rahman selaku pihak swasta PT PCP
OTT Keempat
OTT keempat menjerat Dirut Inhutani V Dicky Yuana Rady dan delapan pihak lainnya. Dari sembilan pihak yang ditangkap, hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan: * Dicky Yuana Rady (Direktur Utama PT Inhutani V) * Aditya (Staf Perizinan SB Grup) * Djunaidi PT Paramitra Mulia Langgeng
OTT Kelima
OTT kelima menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Dalam OTT yang berlangsung pada Agustus 2026, KPK menetapkan 11 tersangka, antara lain: * Irvian Bobby Mahendro * Gerry Aditya Herwanto Putra * Subhan * Anitasari Kusumawati * Immanuel Ebenezer Gerungan * Fahrurozi * Hery Sutanto * Sekasari Kartika Putri * Supriadi * Temurila * Miki Mahfud
OTT keenam
OTT keenam terjadi terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid pada Senin (3/11/2025). Ada 10 orang yang ditangkap, tetapi hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu: * Gubernur Abdul Wahid * Kepala DInas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan * Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam
OTT Ketujuh
OTT ketujuh KPK menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Ia ditangkap terkait tiga perkara korupsi. Selain Sugiri, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu: * Sekda Ponorogo Agus Pramono * Direktur RSUD Dr. Harjono Yunus Mahatma * Sucipto selaku pihak swasta
Kemhut Sebut Kayu Gelondongan Barcode di Lampung dari Kecelakaan Kapal
Kayu Gelondongan di Pantai Lampung, Kemhut: Bukan dari Banjir Sumatra
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar