Bupati Lampung Tengah Hadiri Harkodia 2025 Meski Kena OTT KPK

Bupati Lampung Tengah Diamankan Saat Merayakan Hari Antikorupsi Sedunia

Pada hari Selasa, 9 Desember 2025, Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Ardito Wijaya, terlihat hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar di Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih. Acara tersebut berlangsung sehari sebelum dirinya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ardito tampak mengenakan pakaian dinas harian cokelat dan peci hitam saat memberikan sambutan. Ia juga membagikan pin merah serta plakat kepada jajaran Pemkab Lampung Tengah. Simbol-simbol ini diduga diberikan kepada pegawai yang dinobatkan sebagai Pegawai Antikorupsi. Selain itu, ia juga melakukan prosesi pelepasan burung merpati sebagai tanda pembukaan rangkaian acara Hakordia 2025.

Namun, hanya beberapa jam setelah kegiatan berlangsung, Ardito kemudian diamankan tim penyidik KPK dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Saat tiba di markas KPK, ia terlihat mengenakan kemeja hitam, jaket, celana hitam, topi putih, serta membawa satu koper.

Menanggapi isu bahwa dirinya sempat berupaya melarikan diri saat OTT berlangsung, Ardito membantahnya. “Selama ini kabur ke mana?” tanya wartawan. “Di rumah saja,” jawab Ardito singkat.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan terhadap Ardito. Ia menyebut OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. “Benar (Ardito ditangkap). (OTT terkait) suap proyek,” ujar Fitroh.

Selain Ardito, tim KPK juga menangkap sejumlah pihak lain, termasuk beberapa anggota DPRD Lampung Tengah. Meski demikian, KPK belum merinci detail perkara, termasuk jenis proyek yang disuap, modus praktik korupsinya, serta potensi kerugian negara. Pengumuman resmi mengenai konstruksi perkara dan penentuan status hukum para pihak yang diamankan dijadwalkan akan disampaikan KPK setelah pemeriksaan 1×24 jam selesai.

Profil dan Harta Kekayaan Ardito Wijaya

Ardito Wijaya lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 23 Januari 1980 atau kini berusia 45 tahun. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Trisakti pada tahun 2008. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Mitra Indonesai dan meraih gelar masternya di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada tahun lalu.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito berprofesi sebagai dokter dan sempat mengabdi di Puskesmas Seputih, Surabaya pada tahun 2010-2011. Lalu, dirinya juga bertugas di Puskesmas Rumbia, Lampung Tengah, setahun kemudian. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Tengah selama dua tahun dari 2014-2016.

Ardito mulai terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pada Pilkada 2020, kader PKB ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dan berpasangan dengan Musa Ahmad. Mereka memenangkan kontestasi tersebut dan mengalahkan rivalnya yakni Nessy Kalvia-Imam Suhadi serta Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda.

Berdasarkan laman KPU Lampung, Musa-Ardito meraih 323.064 suara. Sementara Nessy-Imam berada di peringkat dua dengan raihan 189-276 suara. Loekman-Ilyas hanya meraih 128.940 suara.

Setelah itu, pada Pilkada 2024, Ardito kembali berkontestasi dan mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Tengah. Namun, pencalonannya sempat terganjal karena PKB tidak merekomendasikannya. Akhirnya, ia diusung oleh PDIP dan berpasangan dengan I Komang Suheri. Ardito pun bersaing dengan pasangan sebelumnya yakni Musa Ahmad. Namun, tak disangka, Ardito yang tak diunggulkan justru menang telak dari Musa.

Dia mampu meraih 369.974 suara atau 63,71 persen. Sementara Musa Ahmad yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra, Ahsan As'ad hanya meraup 210.741 suara atau 36,29 persen.

Di sisi lain, Ardito memiliki harta kekayaan sebesar Rp12,8 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkannya pada 10 April 2025. Mayoritas kekayaannya bersumber dari lima unit tanah dan bangunan yang berada di Lampung Tengah senilai Rp12 miliar. Lalu, dia tercatat memiliki dua mobil dengan merek Toyota Fortuner dan Honda CR-V serta satu sepeda motor Suzuki dengan total nilai Rp705 juta. Ardito juga tercatat memiliki aset berupa kas dan setara kas senilai Rp117 juta.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan