
Video Perundungan Siswa SMP di Muratara Viral dan Dikritik Bupati
Sebuah video yang menampilkan tindakan perundungan terhadap siswa SMP di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, telah beredar secara viral di media sosial. Aksi tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Muratara H Devi Suhartoni, yang menyayangkan kejadian tersebut dan mengimbau orang tua lebih aktif dalam mendidik serta mengawasi anak-anaknya.
Devi menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga. Ia meminta orang tua untuk menanamkan nilai-nilai seperti kesabaran, empati, dan menjauhi kekerasan sejak dini.
“Tolong di rumah dinasehati anak-anaknya jangan belago (berkelahi) di sekolah, apalagi budak-budak kecil. Idak pacak semua disekolah dan pemerintah. Lingkungan keluargalah paling berperan memperbaiki akhlak anak-anak kita,” ujar Devi, Selasa (9/12/2025).
Upaya Pemerintah Daerah untuk Mencegah Perundungan
Setelah kasus sebelumnya di Embacang, pemerintah daerah telah melakukan upaya untuk mengingatkan guru-guru agar lebih memperhatikan pengawasan terhadap siswa. Namun, Devi menegaskan bahwa peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak.
Untuk langkah tindak lanjut, Devi telah meminta tokoh agama untuk masuk ke sekolah-sekolah guna mengajarkan adab, empati, serta nilai-nilai positif lainnya. Ia berharap upaya ini dapat membangun kembali moral generasi muda Muratara.
Sanksi Sosial bagi Pelaku Perundungan
Di akhir imbauannya, Devi memaparkan beberapa bentuk sanksi sosial yang akan diterapkan kepada pelaku perundungan, perekam, maupun pihak yang memviralkan video kejadian. Sanksi tersebut antara lain:
- Kerja sosial membersihkan sekolah, pasar, atau tempat ibadah
- Membaca Yasin sebanyak 100 kali bersama korban
- Membawa tanaman hias ke sekolah dan di-ruqyah jika masih melakukan perundungan setelah proses pembinaan
Devi juga menegaskan bahwa pemerintah bersama orang tua kini tengah menghadapi tantangan besar, termasuk masalah perundungan, penyalahgunaan narkoba oleh remaja, serta pergaulan bebas.
“Saya juga anak desa dan hidup prihatin, tetapi kunci adalah didikan orang tua di rumah,” tutupnya.
Penjelasan dari Sekolah Terkait
Berdasarkan laporan sebelumnya, video dengan narasi perundungan siswi di salah satu SMP kawasan Sumsel, tepatnya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Mutara), telah beredar. Remaja yang melakukan pemukulan itu menggunakan baju hitam, sementara yang dinarasikan sebagai korban remaja putri menggunakan kaos olahraga bertuliskan SMPN 2 Muara Rupit.
Hasan Azhari, Wakil Kesiswaan SMPN 1 Muara Rupit, menyampaikan bahwa pelajar yang terlibat dalam video perundungan tersebut adalah pelajar SMPN 1 Muara Rupit. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah pada hari Sabtu 6 Desember 2025 sekira pukul 15.00 Wib.
Namun, Azhari menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukanlah perundungan, melainkan perkelahian. Ia menegaskan bahwa video yang beredar telah terpotong.
“Kalau dilihat dalam video memang bullying (Perundungan). Tapi kronologi kejadian itu berawal dari saling ejek dalam Hp,” ungkapnya.
Puncaknya mereka bertemu dan berujung dengan perkelahian, namun motif utamanya perkelahian itu belum diketahui karena satu pelajar merupakan pelajar SMPN 2.
“Motip utama kita tidak tau karena siswi yang satunya anak SMPN 2 Rupit, yang bertiga SMPN 1 Rupit. Mereka sama-sama warga Kel Muara Rupit tepatnya RT 13 dan RT 16,” ungkapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar