
Bupati OKU Ajak Masyarakat Fokus pada Ibadah dan Toleransi di Malam Tahun Baru
Bupati Ogan Kemering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, mengajak masyarakat untuk memperbanyak ibadah di malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana yang sedang mengalami ujian di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain itu, ia juga mengimbau warga tidak melakukan perayaan yang berlebihan, seperti menyalakan kembang api atau petasan. Menurutnya, malam pergantian tahun sebaiknya dimanfaatkan untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah serta berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Teddy menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat Kabupaten OKU tidak melaksanakan pesta kembang api secara berlebihan. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama berdoa dan membantu sesama dalam situasi yang sedang dialami oleh banyak orang.
Imbauan dari MUI OKU
Terpisah, Ketua Umum MUI Kabupaten Ogan Komering Ulu, H Rohmat Subeki SAg, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan resmi tertanggal 20 Desember 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI OKU KH Rokhmat Subeki SAg MSi dan Sekretaris Umum H Susanto SHI SAP MSi.
Dalam imbauan tersebut, MUI OKU menyarankan kepada seluruh umat Islam untuk tetap menghormati dan bertoleransi terhadap ritual agama lain, namun tidak ikut-ikutan dalam ritual tersebut. Selain itu, mereka diimbau untuk tidak membakar petasan atau kembang api besar, meniup terompet di malam Natal dan tahun baru, serta tidak begadang tanpa manfaat.
MUI juga menyarankan agar masyarakat lebih banyak melaksanakan aktivitas keagamaan di masjid seperti kajian, pengajian, dzikir, dan doa bersama. Selain itu, mereka diharapkan terlibat dalam aktivitas sosial kemasyarakatan seperti gotong royong kebersihan, lomba anak-anak/remaja, dan menggalang donasi untuk membantu penanggulangan banjir.
Imbauan selanjutnya adalah jangan mengadakan kegiatan kerumunan massa yang mengganggu arus lalu lintas dan masyarakat sekitar. Kepada seluruh ormas Islam, MUI memohon untuk menghimbau pengurus, anggota, dan massanya untuk melaksanakan apa yang tercantum dalam imbauan tersebut.
Perubahan dalam Perayaan Tahun Baru
Pantauan wartawan Sripo Rabu (24/12/2025) menunjukkan bahwa situasi di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Antusiasme warga menyambut pergantian tahun belum begitu terlihat. Bahkan, beberapa warga mengaku lebih fokus pada urusan pendidikan anak daripada merayakan tahun baru.
Salah satu warga, ANS, mengatakan bahwa lebih baik uang yang digunakan untuk merayakan tahun baru ditabung untuk membayar UKT anak. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus masyarakat dari perayaan ke kebutuhan pendidikan.
Kesimpulan
Perayaan tahun baru di Kabupaten OKU tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bupati Teddy Meilwansyah dan MUI OKU memberikan imbauan untuk fokus pada ibadah dan toleransi, serta menghindari perayaan yang berlebihan. Warga juga mulai lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan daripada merayakan pergantian tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar