Bupati Pakpak Bharat Tinjau Langsung Lokasi Longsor Jalan Lagan-Pagindar

Longsor di Kabupaten Pakpak Bharat: Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan

Pada akhir November 2025, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mengalami sejumlah kejadian longsor yang menyebar di berbagai kecamatan. Peristiwa ini memengaruhi beberapa ruas jalan utama seperti Pakpak Bharat–Dairi dengan titik-titik longsor di Delleng Lumut, Kuta Dame, dan Kuta Jungak. Selain itu, desa-desa seperti Sibongkaras dan Tanjung Mulia (STTU Jehe) juga terdampak.

Jumlah titik longsor yang dilaporkan mencapai puluhan titik sepanjang akhir November 2025. Berikut rincian peristiwa longsor:

  • 26 November 2025:
    BPBD melaporkan longsor di beberapa titik yang menyebabkan akses ke Pakpak Bharat lumpuh total.

  • 27 November 2025:
    Longsor terjadi di Kecamatan Kerajaan, dengan akses jalan terputus. Di Desa Tanjung Mulia, STTU Jehe, longsor menewaskan pasangan suami-istri.

Pasangan suami istri yang meninggal dunia akibat longsor tersebut adalah Codong Berutu (65 tahun) dan istrinya Siti Rohani (40 tahun). Keduanya meninggal setelah rumahnya di Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Talli Urang (STTU) Jehe tertimbun material longsor pada Rabu, 26 November 2025 sekitar pukul 05.00 WIB. Longsor berasal dari tebing di belakang rumah korban, langsung menerjang bagian kamar tidur. Saat kejadian, keduanya sedang tidur dan tidak sempat menyelamatkan diri. Keesokan harinya, warga bersama BPBD mengevakuasi jasad korban.

  • 29 November 2025:
    Longsor di beberapa titik jalan menuju Desa Sibongkaras, membuat desa terisolasi.

Penanganan Longsor Lagan-Pagindar: Upaya Cepat Mengatasi Isolasi Warga

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar, Selasa (2/12/2025). Longsor ini menyebabkan terputusnya akses utama yang menghubungkan Kota Salak dengan kecamatan terjauh di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam kunjungannya, Bupati Franc menyaksikan secara langsung proses pembersihan dan normalisasi badan jalan yang tengah dikerjakan menggunakan beberapa alat berat. Ia menyampaikan bahwa pihaknya berupaya secepatnya agar jalan ini bisa kembali dilalui dan digunakan seperti biasa. Ribuan warga masyarakat masih terisolasi di Pagindar, dan situasi ini sangat mengkhawatirkan. Penanganan ini menjadi fokus utama untuk segera diselesaikan.

Kepala Pelaksana BPBD Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, menjelaskan bahwa penanganan puluhan titik longsor sepanjang jalan penghubung Lagan-Pagindar terus dikebut oleh timnya. Mereka berkoordinasi dengan beberapa instansi teknis di Kabupaten Pakpak Bharat untuk mempercepat proses pemulihan akses jalan.

"Longsor susulan masih sering terjadi. Tim kami baru bisa mencapai titik kilometer 13 dari Aornakan. Untuk jumlah titik longsoran belum bisa kami pastikan, namun medan yang kami hadapi rata-rata sulit dan memakan waktu lama. Hal ini bisa dimaklumi mengingat jalur ini berada di zona pegunungan dan lembah-lembah curam. Kami optimis dalam minggu ini bisa mencapai Pagindar, mohon doanya," ujar Augusman.

Jalur Lagan-Pagindar merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Salak dengan kecamatan terjauh di Kabupaten Pakpak Bharat. Longsor yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan putus total akses jalan tersebut. Penanganan dilakukan oleh Tim BPBD bersama beberapa instansi teknis yang memiliki unit alat berat, seperti Dinas PUTRHub Pakpak Bharat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta beberapa instansi lainnya.

Tantangan Penanganan Longsor

Penanganan longsor di daerah pegunungan seperti Lagan-Pagindar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit, risiko longsor susulan, hingga keterbatasan alat berat yang dapat dioperasikan di lokasi. Oleh karena itu, koordinasi antar instansi menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan.

Selain itu, upaya mitigasi jangka panjang juga perlu diperhatikan, seperti penguatan lereng, penanaman vegetasi penahan tanah, dan pembangunan drainase yang baik untuk mengurangi risiko longsor di masa depan.

Putusnya akses jalan Lagan-Pagindar tidak hanya mengisolasi ribuan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok menjadi terganggu.

Oleh karena itu, penanganan cepat dan efektif sangat penting untuk memulihkan kehidupan normal masyarakat di daerah tersebut. Dengan kerja keras dan sinergi antar instansi serta dukungan masyarakat, diharapkan jalan penghubung Lagan-Pagindar dapat segera pulih dan mengembalikan konektivitas yang sangat dibutuhkan oleh warga Pakpak Bharat.

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan