Bupati Sikka: Masalah Sampah Bukan Hanya Keterbatasan Anggaran
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa masalah sampah di Kabupaten Sikka tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Menurutnya, lebih dari itu, masalah ini terkait dengan rendahnya disiplin dan belum berubahnya pola pikir masyarakat dalam mengelola lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat melantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka. Pelantikan dilakukan di Aula Egon, Kantor Bupati Sikka, pada Rabu, 31 Desember 2025. Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan bahwa berbagai masalah yang dihadapi daerah membutuhkan pendekatan yang tidak biasa serta perubahan cara kerja birokrasi.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengelolaan sampah. Ia menjelaskan bahwa selama ini, masalah ini sering dipandang sebagai masalah anggaran. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari sumber hingga pengolahan akhir, dengan melibatkan peran aktif masyarakat.
"Persoalan sampah adalah persoalan kedisiplinan, bukan semata keterbatasan anggaran. Pengelolaan lingkungan seperti sampah, harus didorong perubahan pola pikir, penguatan sistem pengelolaan dari hulu ke hilir, serta kolaborasi aktif dengan masyarakat dan dunia usaha," ujar Bupati.

Selain isu lingkungan, Bupati juga menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan daerah yang harus menjadi perhatian serius para pejabat yang baru dilantik. Bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lingkungan, serta program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, disebut sebagai sektor strategis yang membutuhkan kepemimpinan kuat dan kerja lintas sektor.
"(Ini) menjadi prioritas yang menuntut kepemimpinan yang berani, kerja lintas sektor, dan komitmen penuh dari para pejabat pimpinan tinggi," katanya.
Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan merupakan keharusan dan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Ia meminta agar setiap kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
"Peningkatan kualitas pendidikan adalah mutlak, bukan sekadar rutinitas administrasi. Pastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar menjawab mutu layanan pendidikan, pemerataan akses, dan peningkatan kapasitas guru serta tenaga kependidikan," ujarnya.
Terkait penguatan ekonomi kerakyatan, Bupati mendorong optimalisasi Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi berbasis potensi lokal. Ia menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional dan modern agar mampu bersaing dan mandiri.
"Saya mengharapkan keberanian untuk menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Koperasi harus dikelola secara profesional, modern, dan mandiri," ungkapnya.
Sementara itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan. Bupati menilai program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Ia menyebutkan, MBG berkaitan erat dengan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan, ketahanan pangan, perhubungan, hingga ketenagakerjaan.
"Program ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kecerdasan generasi muda kita," ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa pelantikan pejabat kali ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan penugasan strategis untuk mendorong perubahan nyata di birokrasi.
"Saudara dipilih untuk menjadi pemimpin perubahan, yang mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam program nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.
Ia meminta para pejabat meninggalkan pola kerja lama yang sektoral dan defensif, serta membangun kolaborasi, inovasi, dan integritas dalam menjalankan tugas. Kinerja para pejabat, kata Bupati, akan dievaluasi berdasarkan hasil nyata, bukan sekadar laporan administratif.
"Selamat kepada Saudara-Saudari yang telah dilantik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka," pungkasnya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Sekretaris Daerah Adrianus Firminus Parera, Wakil Ketua DPRD Sikka Herlindis Donata, para asisten dan staf ahli Sekretariat Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Sikka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar