Bupati Tika Ingatkan ASN Kemenag Kendal Waspadai Konten AI yang Membahayakan

Bupati Tika Ingatkan ASN Kemenag Kendal Waspadai Konten AI yang Membahayakan

Bupati Kendal Ajak ASN Kemenag Hadapi Teknologi AI dengan Konten Keagamaan yang Moderat

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari atau yang akrab disapa Tika, memberikan imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Kendal terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam sambutannya saat membacakan pidato pada upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, ia menyampaikan bahwa AI memiliki potensi untuk memecah belah persaudaraan dan harmoni antar pemeluk agama.

"ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan," ujarnya. Tika menekankan pentingnya penggunaan AI dalam pembuatan konten keagamaan, namun tetap menjaga proporsionalitas serta berpegang pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

"Algoritma masa depan tidak boleh hampa nilai," tambahnya. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi bisa menjadi alat bantu, manusia tetap menjadi penentu utama dalam penggunaannya.

Selain fokus pada AI, Tika juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Ia menekankan perlunya pemberdayaan ekonomi umat serta memastikan bahwa agama hadir sebagai solusi atas berbagai permasalahan sosial.

"Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk memajukan bangsa," jelasnya. Tika menilai bahwa kerja sama antar komunitas dan pemeluk agama sangat penting dalam menciptakan harmoni di tengah perbedaan.

Peran Pesantren dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kepala Kemenag Kendal, Zainal Fatah, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran pesantren serta mengembangkan pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan melalui zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana kebajikan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara keseluruhan.

Di sektor pendidikan, Kemenag Kendal akan terus meningkatkan kualitas madrasah dan perguruan tinggi keagamaan agar lebih kompetitif. Menurut Zainal, pendidikan keagamaan harus mampu bersaing dengan lembaga pendidikan umum tanpa mengorbankan nilai-nilai spiritual dan moral.

"Kami mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus adaptif, responsif, dan berintegritas dalam menghadapi perubahan zaman demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat," tegasnya.

Upacara HAB ke-80 yang Khidmat

Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 yang digelar di Alun-alun Kendal dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” berlangsung khidmat meski di tengah guyuran hujan. Peserta upacara, termasuk ASN dan pegawai non-ASN Kemenag Kendal, unsur Forkopimda, serta ratusan pelajar dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag, tampak khusyuk mengikuti prosesi upacara.

Masa Depan yang Harmonis

Tika menegaskan bahwa keberagaman dan perbedaan harus menjadi kekuatan yang saling mendukung. Ia berharap bahwa teknologi seperti AI dapat dimanfaatkan dengan bijak untuk memperkuat persatuan dan perdamaian. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup dalam suasana yang harmonis dan saling menghargai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan