
Kecelakaan Maut di Sungai Ogan, Seorang Buruh Bangunan Tewas Tenggelam
Seorang buruh bangunan bernama Ari Andrian (35) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Ogan, Desa Batang Hari, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Sabtu (3/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang berenang bersama rekan-rekannya.
Ari Andrian diketahui merupakan seorang buruh harian lepas yang tinggal di Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Menurut keterangan saksi, Hartono (45) dan Jibur (41), kejadian terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya sedang mandi di Sungai Ogan.
Namun, tidak lama kemudian, korban memutuskan untuk berenang sendirian menuju seberang sungai. Di tengah aliran air yang cukup deras, korban tampak berusaha membalik arah sambil meminta pertolongan. Sayangnya, akibat arus yang kuat, korban akhirnya tenggelam dan menghilang dari permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, rekan korban serta warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Ogan dan menyusuri tepian sungai di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Semidang Aji.
Mendapat laporan, personel Polsek Semidang Aji yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Semidang Aji, Iptu Meyke Krisdian Hasri, SH, segera mendatangi lokasi dan bergabung bersama warga untuk mencari korban. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Kapolsek Semidang Aji, Iptu Meyke Krisdian Hasri, SH, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban telah berhasil dievakuasi oleh petugas bersama warga. “Korban sudah ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga,” ujarnya.
Atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak dilakukan otopsi di rumah sakit. Keluarga telah menerima kejadian tersebut, dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.
Pada kesempatan itu, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan debit air sungai yang kerap meningkat. Imbauan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.
Faktor-Faktor yang Berkontribusi pada Kecelakaan
Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kecelakaan seperti ini:
- Arus sungai yang deras: Sungai Ogan memiliki aliran air yang cukup kuat, terutama pada musim hujan atau ketika curah hujan tinggi.
- Kurangnya kesadaran akan bahaya: Banyak orang yang tidak memperhitungkan risiko saat berenang di sungai, terutama jika tidak ada pengawasan atau tanda peringatan.
- Tidak adanya fasilitas keselamatan: Di sejumlah daerah, tidak tersedia fasilitas seperti pelampung atau jalur aman untuk berenang.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Untuk mencegah kejadian serupa, masyarakat disarankan:
- Menghindari berenang di tempat yang tidak aman: Terutama di daerah dengan arus deras atau kurang terpantau.
- Memastikan keamanan diri: Jika ingin berenang, pastikan memiliki kemampuan berenang yang baik dan bawa perlengkapan keselamatan.
- Menjaga lingkungan sekitar: Memberi informasi kepada anak-anak dan remaja tentang bahaya berenang di sungai tanpa pengawasan.
Dengan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kecelakaan semacam ini bisa diminimalisir, sehingga nyawa manusia tidak lagi menjadi korban dari kecelakaan yang bisa dicegah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar