
Ringkasan Berita:
- Kostum Buto Ijo dibuat full body dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh aktor
- Aktor pemeran Buto Ijo, Pratito Wibowo, bahkan kerap mengalami kesulitan bernapas saat mengenakannya
- Film Penunggu Rumah Buto Ijo tayang di bioskop-bioskop pilihan mulai Kamis (15/1/2026)
nurulamin.pro, JAKARTA - Di balik sosok mengerikan Buto Ijo di film Penunggu Rumah: Buto Ijo, tersimpan proses produksi yang ekstrem dan penuh tantangan.
Untuk menghadirkan Buto Ijo versi live action yang benar-benar hidup, tim produksi menggandeng tim prostetik berpengalaman di film-film horor Indonesia.
Kostum Buto Ijo dibuat full body dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh aktor.
Hasilnya terlihat nyata dan menyeramkan—namun konsekuensinya tidak main-main.
Kostum tersebut sangat berat, lengket, dan minim sirkulasi udara.
Aktor pemeran Buto Ijo, Pratito Wibowo, bahkan kerap mengalami kesulitan bernapas saat mengenakannya.
Dalam satu sesi pengambilan gambar, biasanya kostum hanya bisa dipakai selama 1–2 take sebelum harus dilepas agar aktor bisa mengambil napas dan didinginkan kembali.
Padahal proses syuting dilakukan di studio ber-AC.
Tubuh Pratito Wibowo tetap basah kuyup karena panas yang terperangkap di dalam kostum.
"Kami benar-benar harus ekstra hati-hati," kata Gandhi Fernando, aktor, produser dan penulis skenario film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Senin (12/1/2026).
"Keselamatan aktor jadi prioritas, kalau dipaksakan, apalagi di lokasi outdoor atau ruangan tanpa AC, risikonya terlalu besar," lanjutnya.
Tantangan lain datang dari sisi desain.
Buto Ijo dikenal luas sebagai sosok folklor yang sering divisualisasikan secara kartunis.
Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan sosok ini ke layar lebar tanpa jatuh ke kesan lucu atau 'ngebadut', namun juga tidak terlalu monster hingga kehilangan identitas dongengnya.
"Kami cari titik tengah, harus tetap seram, tapi penonton masih merasa: ini Buto Ijo yang mereka kenal," kata Gandhi Fernando.
Practical Effect
Seluruh tampilan Buto Ijo dalam film ini didominasi oleh practical effect, bukan CGI.
Efek digital hanya digunakan pada bagian mata—yang justru menjadi salah satu aspek tersulit.
Warna merah pada mata harus terlihat hidup dan mengintimidasi, tanpa berlebihan hingga terasa seperti karakter tokusatsu.
Dengan pendekatan praktikal yang serius dan desain kostum yang ekstrem, film Penunggu Rumah: Buto Ijo berusaha menghadirkan horor yang lebih nyata, lebih dekat, dan lebih membumi.
Ada kemungkinan lahirnya sosok-sosok horor Indonesia yang lebih beragam di masa depan.
Film Penunggu Rumah Buto Ijo tayang di bioskop-bioskop pilihan mulai Kamis (15/1/2026).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar