Cabai Rp66 Ribu, Pemkot Surabaya Jamin Stok dan Harga Bapok Nataru Aman

Kenaikan Harga Cabai Rawit di Surabaya, Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok

Harga cabai rawit di Surabaya mengalami kenaikan signifikan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Saat ini, harga cabai rawit mencapai Rp 66.666 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 46 ribu per kilogram pada 30 November 2025. Kenaikan ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di berbagai daerah di Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa meskipun harga cabai rawit melonjak, ketersediaan bahan pokok di Surabaya masih dalam kondisi stabil. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli kebutuhan secara berlebihan.

"Kami memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman. Masyarakat tidak perlu khawatir dan belanja dengan bijak," ujarnya.

Penyebab Kenaikan Harga Cabai Rawit

Menurut Antiek, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di beberapa daerah. Di Kabupaten Lumajang, misalnya, harga cabai rawit mencapai Rp 100.666 per kilogram. Hal ini disebabkan oleh kerusakan tanaman akibat cuaca yang tidak menentu.

"Cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga cabai rawit. Beberapa daerah mengalami kegagalan panen, sehingga pasokan terbatas dan harga meningkat," jelas Antiek.

Langkah Antisipasi dari DKPP Surabaya

Untuk menghadapi kenaikan harga cabai rawit, DKPP Surabaya telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya adalah pembagian bibit cabai rawit kepada kelompok tani, komunitas, dan warga. Pemkot Surabaya telah mendistribusikan 25.000 bibit cabai rawit sejak Agustus hingga awal September 2025.

"Pembagian bibit dilakukan secara serentak bersama kelompok tani. Sekarang sebagian besar sudah masuk masa panen," kata Antiek.

Program ini diharapkan dapat membantu menekan konsumsi pasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang libur Nataru. Dengan peningkatan produksi dari warga, pasokan cabai rawit akan lebih stabil dan harga tidak terlalu melonjak.

Stabilitas Komoditas Lain

Selain cabai rawit, komoditas lain seperti daging ayam ras masih dalam kondisi stabil. Pada November 2025, harga daging ayam ras berkisar Rp 36.000 per kilogram, sedangkan pada Desember naik menjadi Rp 37.000 per kilogram. Namun, kenaikan ini dinilai relatif kecil dibandingkan kenaikan harga cabai rawit.

"Secara prinsip, hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan agak lumayan. Yang lainnya stabil dan ketersediaannya cukup untuk menghadapi Nataru," ujar Antiek.

Imbauan untuk Masyarakat

Antiek mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan belanja berlebihan atau menimbun kebutuhan pokok. Ia menekankan pentingnya belanja dengan bijak agar tidak terjadi food loss.

"Masyarakat bisa belanja sesuai kebutuhan, tidak perlu menimbun. Jika terlalu banyak, nanti akan sia-sia dan merugikan," pesannya.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, pemerintah Surabaya berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang libur Nataru 2025/2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan