Cak Imin Ajak Raja Juli dan Bahlil Taubat Akibat Banjir, Inul: Halah Podo Ae Pret

Penanganan Bencana Banjir dan Kritik terhadap Pejabat

Beberapa waktu terakhir, bencana banjir yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menjadi perhatian masyarakat luas. Kerusakan hutan disebut-sebut menjadi salah satu penyebab datangnya banjir yang mengerikan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tampak ikut menyoroti bencana banjir yang terjadi.

Saat berpidato di acara Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global, ia sesumbar telah mengirim surat kepada tiga kementerian sekaligus. Di antaranya kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Cak Imin mengajak mereka untuk saling mengevaluasi seluruh kebijakan serta kinerja. Ia menyamakan evaluasi tersebut dengan taubat nasuha alias taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, ke Menteri ESDM, ke Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan policy dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha. Taubatan nasuha itu kuncinya satu, evaluasi total policy, semua aspek dari sejak kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, kekuatan, dan kesabaran selalu menyertai kita semua aamiin," ujar Cak Imin.

Kritik dari Inul Daratista

Potongan pidato Cak Imin ketika berada di Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global itu pun viral di media sosial. Salah satunya diposting oleh akun gosip di Instagram. Pedangdut Inul Daratista terpantau memberikan komentarnya atas pidato Cak Imin.

"Halah podoae preeettt... di Pidie jaya kelaparan tuh blom ada kiriman makanan," ungkap Inul.

Inul juga menyindir pejabat yang dinilainya lebih fokus pada pencitraan daripada tindakan nyata. Ia menilai hal semacam itu tidak akan membuat negara maju. "Sedangkan yang lain dengan keadaan begini mulai pada pencitraan semua !! preeetttlah !!! Sampe 1000 tahun ga akan bisa maju, kemunduran yang terjdi pada korupsi memperkaya diri, yang kaya makin kaya, yang miskin sampe ke matek’an."

Kondisi Bencana Banjir di Aceh

Bencana banjir memang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Saking parahnya, beberapa daerah sampai hilang diterjang banjir tersebut. Hal itu diumumkan Muzakir Manaf selaku Gubernur Aceh pada Sabtu (29/11/2025) lalu. "Ada beberapa kampung hilang entah kemana, yaitu Sawang, Jambo Aye, Peusangan, malam itu 4 kampung juga tak tahu entah kemana. Jadi Aceh sekarang tsunamin kedua, inilah tugas kita untuk melayani mereka yang terdampak jadi korban," kata Muzakir Manaf sambil menangis.

Pedangdut Inul Daratista ikut prihatin dan berduka atas bencana yang melanda Aceh dan beberapa wilayah Sumatera. Ia mengaku tak bisa berkata-kata memikirkan nasib masyarakat di sana. "Turut berduka cita yang sedalam2nya untuk keluarga kita di Aceh dan bagian sumatra yang lain,ya Allah ga bisa berkata2. Dari kemaren2 lihat begini kepikiran, banyak sekali bencana… ya Rabb paling ngga bisa lihat begini," ungkap Inul.

Selain mengungkapkan keprihatinan, Inul juga menyindir pejabat yang pencitraan. Ia menilai hal semacam itu tidak akan membuat negara maju. "Mulai banyak yang pencitraan turun lapangan, harusnya langsung action. Dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit. Bukan sosok2 partai yang pada futu2, ampun dah ah !! Penanganan cepat meminimalisir keadaan semrawut dan kelaparan. Kalau sudah begini lepas tangan, semua. Gak ada yang mau disalahkan tapi turun lapangan pada pencitraan futu2 sama yg kesusahan capek’deh. Semoga Allah beri jalan terbaik ya Rabb," jelas Inul.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan