Calo Tiket Nataru di Pelabuhan Semayang, Pelni: Tiket Ilegal Tak Bisa Berangkat

Calo Tiket Nataru di Pelabuhan Semayang, Pelni: Tiket Ilegal Tak Bisa Berangkat

Fenomena Percaloan Tiket di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Jelang kepadatan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pelabuhan Semayang Balikpapan kembali diwarnai praktik percaloan tiket. Fenomena yang berulang setiap tahun ini memicu keresahan penumpang, terutama karena risiko gagal berangkat semakin tinggi akibat pengetatan pemeriksaan oleh PT Pelni dan aparat kepolisian.

Ronis, warga asal Maumere yang kini bermukim di Balikpapan, menjadi salah satu calon penumpang yang terpaksa membeli tiket dari perantara. Ia mengaku sudah tiga hari berada di pelabuhan hanya untuk memastikan keberangkatan pada Senin, 15 Desember 2025.

Penumpang Terpaksa Beli Tiket Lewat Perantara

Ronis mengatakan ia bersama dua rekannya tak mendapatkan tiket resmi karena sudah habis, sehingga harus membeli lewat orang sekitar pelabuhan. Saya berangkat rame-rame ada tiga orang, kemarin beli tiket sama orang sekitar hampir Rp 700 ribuan, ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.

Padahal, pengecekan di situs resmi Pelni menunjukkan bahwa tiket ekonomi KM Lambelu untuk kelas 3 dan 4 hanya Rp 462.500. Semua kuota sudah habis, menandakan tiket yang dibeli Ronis bukan berasal dari kanal resmi.

Pelni: Tiket Calo Tidak Akan Lolos Pemeriksaan

Kepala Kantor Cabang Pelni Balikpapan, Ridwan Mandali, menegaskan seluruh penjualan tiket kini hanya dilakukan secara daring. Tidak ada penjualan melalui jalur lain. Menurut Ridwan, pengetatan pemeriksaan dilakukan secara berlapis sehingga tiket dari calo hampir dipastikan tidak bisa digunakan.

Kami periksa berlapis. Check-in, boarding, naik ke kapal, semua diperiksa bahkan hingga di garbarata kapal. Jadi tidak ada lagi penumpang beda nama atau tidak punya tiket yang bisa lolos, jadi kami jamin tidak bisa berangkat, tegasnya.

Ia menyebut Pelni telah bekerja sama dengan petugas pengamanan, Pelindo, dan tim internal untuk memastikan validitas tiket mulai dari pintu masuk terminal hingga tangga menuju kapal. Ridwan mengimbau masyarakat tidak tergiur membeli tiket dari calo demi menghindari kerugian.

Polisi Intensifkan Pengawasan, Tapi Calo Beraksi di Celah Waktu

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, AKP Hari Purnomo, mengatakan jajarannya telah menempatkan imbauan di berbagai titik agar calon penumpang tidak menggunakan jasa calo. Dari pihak Polsek kemarin sudah memasang imbauan, di ruang tunggu dan di depan. Pembelian tiket tidak disarankan melalui calo, harus langsung Pelni, ujarnya.

Polisi juga melakukan patroli dan pengintaian, namun aksi percaloan sering terjadi saat jam-jam sepi atau di luar waktu pengawasan petugas. Kalau ada yang lapor atau kami temukan pasti kami tindak tegas, tegas Hari.

Pengamanan Diperketat Menyambut Puncak Arus Mudik

Menyambut puncak arus mudik Nataru, Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang menurunkan 15 personel yang dibagi dalam tiga shift. Petugas ditempatkan mulai dari pintu masuk hingga ruang tunggu penumpang.

Kami tempatkan petugas setiap hari minimal dua orang di ruang tunggu. Kalau di pelabuhan total ada lima, di bawah kendali satu perwira. Dan secara keseluruhan, untuk operasi Nataru, Polsek Kawasan Pelabuhan menurunkan 15 personel yang dibagi dalam tiga sift, pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan