
Klarifikasi Camat Air Periukan Terkait Insiden Berduaan dengan Guru PPPK
Sang camat akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait insiden yang dinilai mencoreng nama Pemeruitah Kabupaten Seluma. Insiden ini terjadi setelah Camat Air Periukan, HA (43), digerebek warga sedang berduaan dengan Guru PPPK berinisial YR (35) di sebuah kamar kos di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Seluma, Senin (8/12/2025) petang.
Pada saat inspeksi mendadak (Sidak) Wakil Bupati Seluma, Gustianto, di Kantor Kecamatan Air Periukan, Senin (15/12/2025), HA tidak keluar ruangan saat Wakil Bupati datang dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dikumpulkan untuk mendengarkan pengarahan. Camat Air Periukan diketahui berada di ruang kerjanya, namun tidak bergabung bersama pegawai lainnya di aula.
Mengetahui hal tersebut, Wakil Bupati Gustianto langsung menemui camat yang berada di ruang kerjanya. Ia mengungkapkan bahwa Pak Camat menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab juga masyarakat Seluma atas insiden yang terjadi, hingga mencoreng nama baik Pemkab Seluma.
Camat juga menyampaikan klarifikasi, bahwa dirinya tidak sampai melakukan perbuatan seperti yang disebutkan warga saat penggerebekan. Ia hanya berada di dalam kosan bersama guru PPPK SDN 65 tersebut. "Saya minta pak Camat menyampaikan pembelaan ini kepada tim Adhoc Inspektorat. Karena saat ini proses perkara ini sedang dilaksanakan oleh Inspektorat," ujar Gustianto.
Untuk diketahui, inspeksi mendadak Wakil Bupati Seluma tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan di Kantor Kecamatan Air Periukan tidak terkendala pasca penggerebekan camat oleh warga Desa Riak Siabun, Senin (8/12/2025) petang.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pelayanan di Kantor Kecamatan Air Periukan harus tetap berjalan maksimal kepada masyarakat. "Saya minta pelayanan tetap maksimal. Jika ada kendala tolong sampaikan, kita bahas bersama," ucap Wabup.
Wabup juga menekankan agar peristiwa yang terjadi di Kecamatan Air Periukan dapat dijadikan hikmah dan pelajaran bersama. Sebagai ASN, tindak dan tanduk harus dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. "Jaga pergaulan, moral dan etik sebagai ASN. Jadikan ini pelajaran, agar ke depan insiden seperti ini tidak terulang lagi," pesan Gustianto.
Kronologi Penggerebekan
Sebelumnya diberitakan, Camat Air Periukan HA (43) digerebek warga sedang berduaan dengan Guru PPPK berinisial YR (35) di sebuah kamar kos di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Seluma, Senin (8/12/2025) petang. Penggerebekan yang dibantu warga setempat ini memicu kemarahan, hingga keduanya sempat menjadi sasaran amarah massa sebelum akhirnya diamankan aparat.
Penggerebekan itu berawal dari kecurigaan suami YR, yang kemudian dibantu warga setempat. Saat digerebek, pasangan tersebut ditemukan di dalam kamar hanya berduaan, dengan sang camat tidak lagi mengenakan pakaian lengkap. Sontak hal itu memicu kemarahan massa sebelum akhirnya keduanya diamankan aparat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan berawal dari kecurigaan suami YR. Perselingkuhan HA dengan guru PPPK tersebut diduga telah berlangsung lama. Pada hari penggerebekan, HA diketahui telah berjanji untuk bertemu dengan YR.
Orang dekat HA menuturkan bahwa pada Selasa pagi, 8 Desember 2025, HA sempat hadir di Kantor Kecamatan Air Periukan. Namun, HA hanya sebentar di kantor, lalu berangkat ke Kota Bengkulu menggunakan mobil dinas jenis Suzuki APP BD 62 P. "Dari kantor pak camat ini menggunakan mobil dinas. Lalu di simpang 4 Pagar Dewa berganti sepeda motor untuk menemui YR ini," terang orang dekat HA yang enggan disebut namanya.
Usai berganti sepeda motor, HA langsung menemui YR. Setelah bertemu, keduanya menuju kosan di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu. "Saat di kosan inilah pak camat digrebek oleh suami dan warga ini," ujarnya.
Permintaan Cuci Kampung
Penggerebekan Camat Air Periukan, HA, yang kedapatan berduaan dengan seorang guru PPPK pada Jumat (5/12/2025), memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat Kecamatan Air Periukan. Salah satunya Kirman Efendi, mantan Kepala Desa Lawang Agung, yang menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik Kecamatan Air Periukan dan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin.
Kirman yang juga mantan kepala desa ini sangat menyayangkan perbuatan Hajar Asmara. "Beliau ini diutus Pemkab Seluma untuk memimpin kami di Kecamatan Air Periukan. Seharusnya bisa menjadi contoh dan panutan masyarakat," kesal Kirman kepada nurulamin.pro, Kamis 11 Desember 2025.
Perbuatan Camat Air Periukan ini tidak bisa ditolerir, kata Kirman, karena sudah sangat mencoreng nama baik masyarakat Kecamatan Air Periukan dan Kabupaten Seluma umumnya. "Perbuatan pak Camat ini tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang baik untuk masyarakat. Tidak layak lagi dia menjadi pemimpin kami di Kecamatan Air Periukan," kata Kirman yang juga mantan Ketua Apdesi Seluma ini.
Kirman meminta Camat Air Periukan HA dikenai sanksi adat untuk membuang sial dan membersihkan nama Kecamatan Air Periukan. Menurutnya, perbuatan sang camat telah melanggar norma dan adat yang selalu dijunjung tinggi masyarakat Kecamatan Air Periukan. "Masyarakat saja jika melanggar adat langsung dikenakan sanksi. Kami minta hal yang sama juga diberlakukan kepada Camat Air Periukan ini," ucap Kirman.
Pengurus adat Kecamatan Air Periukan, ujar Kirman, harus berperan dalam menerapkan sanksi adat kepada Hajar Asmara sesuai norma dan aturan adat yang berlaku. "Kalau masyarakat biasanya Tepunjung atau tejambar. Berlakukan juga ini pada Camat yang baru saja digrebek selingkuh ini," imbuhnya.
Kirman juga mendukung langkah Bupati Seluma yang langsung menonaktifkan Hajar Asmara sebagai Camat Air Periukan. Ia menilai keputusan tersebut perlu diambil karena tindakan sang camat bukan hanya mencoreng Kecamatan Air Periukan, tetapi juga nama baik Kabupaten Seluma. "Saya pribadi sangat mendukung penonaktifan Camat dan juga guru PPPK lawan main pak Camat ini. Langkah ini sudah sangat tepat dan memang harus dilakukan karena sudah mengkhianati amanah dan kepercayaan sebagai pejabat dan ASN Seluma," sampai Kirman Efendi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar