
Ammar Zoni kini sedang menjalani hukuman di penjara akibat terlibat dalam kasus peredaran narkoba. Keadaan ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran, terutama dari keluarga yang dekat dengannya. Salah satu anggota keluarga yang paling dekat adalah adik Ammar, Aditya Zoni, yang berperan penting dalam memberikan penjelasan kepada keponakannya mengenai kondisi ayah mereka.
Aditya menyampaikan bahwa keluarga memilih untuk memberikan informasi yang positif tentang Ammar Zoni. Tujuannya adalah untuk menjaga kondisi mental dari anak-anak yang masih sangat muda. "Kami bilang dia lagi kerja di luar negeri. Tidak mungkin kami bilang dia di penjara, karena belum tahu apa yang akan terjadi. Anak-anak masih kecil, jadi harus diberi informasi yang positif," ujar Aditya saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12).

Selama menjalani hukuman, Ammar Zoni sempat meminta video untuk melihat perkembangan buah hatinya. Permintaan ini datang dari rasa rindu yang besar terhadap anak-anaknya. Aditya, sebagai orang yang dekat dengan Ammar, langsung merespons permintaan tersebut. Ia meminta izin mantan istri Ammar, Irish Bella, untuk membuatkan video anak-anak tersebut. "Saya langsung nyampaiin (video tersebut)," katanya.
Video yang dibuat oleh Aditya kemudian dikirimkan kepada Ammar. Namun, hingga saat ini, Aditya belum mengetahui respons dari kakaknya tersebut. Meski begitu, ia tetap berharap agar video tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi Ammar meskipun sedang menjalani masa hukumannya.

Aditya juga mengungkapkan bahwa keponakannya sangat merindukan ayah mereka. Hal ini terlihat jelas dari ekspresi wajah anak-anak saat melihat video yang dikirimkan. "Dari ekspresinya, mereka sangat merindukan sosok Bang Ammar, sosok Ayah, atau Daddy-nya," ucap Aditya.
Pengungkapan ini menunjukkan betapa dalamnya perasaan anak-anak terhadap ayah mereka, meskipun situasi yang terjadi saat ini tidak dapat dihindari. Keluarga terus berupaya memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada anak-anak, sekaligus menjaga kepercayaan diri mereka terhadap masa depan. Dengan cara ini, semoga keadaan yang tidak ideal saat ini tidak menjadi beban berlebihan bagi para anak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar