Caracas memanas, Venezuela sebut serangan AS langgar Piagam PBB

Caracas memanas, Venezuela sebut serangan AS langgar Piagam PBB

nurulamin.proANKARA - Pemerintah Venezuela melayangkan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu. Caracas menilai aksi tersebut sebagai bentuk agresi terbuka yang bertujuan merusak sistem republik dan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyebut tindakan militer itu sebagai kelanjutan dari upaya lama Washington untuk memaksakan agenda perubahan rezim. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan praktik perang kolonial yang bersekutu dengan kepentingan elite tertentu.

Gil menegaskan, agresi militer tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai serangan itu tidak hanya mengancam kedaulatan Venezuela, tetapi juga berpotensi mengguncang ketertiban dan perdamaian internasional.

Pemerintah Venezuela, kata Gil, secara resmi menolak dan mengadukan tindakan Amerika Serikat itu kepada komunitas global. Ia menyebut serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis, baik objek sipil maupun militer, di Caracas serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Menurutnya, dampak serangan berisiko membahayakan jutaan warga sipil dan menciptakan ketidakstabilan kawasan, terutama di Amerika Latin dan Karibia. Gil menilai eskalasi semacam ini dapat memicu konsekuensi luas di luar perbatasan Venezuela.

Lebih jauh, pemerintah Venezuela menuding kepentingan ekonomi berada di balik agresi tersebut. Amerika Serikat disebut berupaya menguasai sumber daya strategis Venezuela, termasuk minyak dan mineral, sekaligus melemahkan kedaulatan politik negara itu.

“Upaya itu tidak akan berhasil,” tegas Gil.

Sebagai langkah tanggap darurat, Presiden Nicolas Maduro menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah Venezuela. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menjamin keselamatan warga serta menjaga keberlangsungan pemerintahan di tengah situasi krisis.

Sebelumnya, sejumlah media lokal melaporkan ledakan keras terdengar di berbagai titik di Caracas pada Sabtu. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal disertai suara sirene peringatan serangan udara di ibu kota.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan ke Venezuela dan bahkan menyatakan Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap—klaim yang hingga kini dibantah keras oleh pemerintah Venezuela.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan