Catat, Mobil Diizinkan Berlawanan Arah di Tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi

Aturan Lalu Lintas Khusus di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi

Selama libur akhir tahun, terdapat aturan khusus yang diberlakukan di beberapa ruas jalan tol utama, termasuk Tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi. Aturan ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi akibat lonjakan volume kendaraan.

Penerapan Sistem Lawan Arah (Contraflow)

Sistem lawan arah atau contraflow diterapkan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas jalan pada saat arus lalu lintas tinggi. Dengan sistem ini, sebagian lajur dari arah berlawanan digunakan sementara untuk menambah jalur yang dapat dilalui kendaraan.

Beberapa titik dan tanggal penerapan contraflow adalah sebagai berikut:

  1. Tol Jakarta–Cikampek arah Cikampek (KM 47–KM 70)
  2. 23 Desember 2025: pukul 16.00–24.00 WIB
  3. 24 Desember 2025: pukul 16.00–24.00 WIB
  4. 26 Desember 2025: pukul 06.00–14.00 WIB
  5. 28 Desember 2025: pukul 06.00–14.00 WIB

  6. Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta (KM 70–KM 47)

  7. 26 Desember 2025: pukul 18.00–24.00 WIB
  8. 27 Desember 2025: pukul 18.00–24.00 WIB
  9. 28 Desember 2025: pukul 18.00–24.00 WIB
  10. 29 Desember 2025–1 Januari 2026: pukul 00.00–08.00 WIB dan 18.00–24.00 WIB

  11. Tol Jagorawi arah Jakarta (KM 21–KM 8)

  12. 23–26 Desember 2025: pukul 14.00–19.00 WIB
  13. 2–4 Januari 2026: pukul 14.00–19.00 WIB

Pemerintah bersama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait telah melakukan koordinasi dalam menetapkan aturan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Nataru.

Penghentian Sementara Pekerjaan Konstruksi

Selain penerapan contraflow, pemerintah juga menghentikan sementara seluruh pekerjaan konstruksi di sekitar ruas tol. Penghentian ini berlaku mulai 16 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB. Tujuan dari penghentian ini adalah untuk meminimalkan gangguan lalu lintas akibat aktivitas proyek selama periode puncak liburan.

Dengan tidak adanya pekerjaan konstruksi, kapasitas jalan diharapkan dapat dimaksimalkan untuk melayani arus kendaraan. Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas tambahan secara situasional, seperti sistem satu arah (one way) jika diperlukan.

Persiapan Pihak Kepolisian

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi arus lalu lintas yang tinggi. Beberapa skenario yang disiapkan antara lain alih arus, contraflow, one way, serta penyekatan situasional sesuai kondisi lapangan.

"Kami telah menyiapkan berbagai skenario menghadapi arus puncak, mulai dari alih arus, contraflow, one way, hingga penyekatan situasional sesuai kondisi lapangan," ujar Agus dalam pernyataannya.

Tips untuk Pengemudi

Pengemudi diimbau untuk mencermati atau mencatat jadwal penerapan contraflow dan menyesuaikan waktu perjalanan agar terhindar dari kepadatan lalu lintas. Selain itu, penting untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama berkendara.

Dengan berbagai langkah yang telah diambil, pemerintah berharap potensi kemacetan parah dapat ditekan, sehingga mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar selama libur Nataru.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan