Perhelatan Kompasianival 2025 akhirnya terlaksana dengan predikat sangat memuaskan. Kalau ada yang puas tentu saja ada juga yang tak puas, atau setidaknya merasa agak kurang puas. Padahal slogan Panitia Kompasianival 2025 itu adalah, "Anda puas beritahukan teman, anda kurang puas beritahu Acek Rudy!" Nah, berdasarkan penerawangan Acek Rudy lewat metode "salam angka-nya" itu, tersingkaplah rahasia numerik di balik perasaan kurang puas itu, di mana K'ners yang tak terpuaskan itu ternyata merasa tulisan-tulisan mereka itu "kurang nendang" sehingga terluput dari pengamatan admin maupun rekan-rekan K'ners lainnya. Kalau tidak ada yang memperhatikan tulisan kita, maka otomatis tidak akan ada nominasi. Tanpa nominasi tentunya tidak akan mungkin akan mendapat Kompasianival award, kecuali untuk satu kategori khusus, yakni "Award Untuk K'ners Pemimpi 2025" Di mana hadiahnya dibeli oleh diri sendiri, diberikan oleh diri sendiri kepada diri sendiri. Bahasa kerennya "self reward" gitu.
Tanpa terasa waktu itu cepat berlalu, dan Kompasianival 2026 sudah menanti. Jadi K'ners yang kemarin kurang beruntung, semesta kemudian memberi kesempatan untuk mengasah diri dulu agar bisa masuk nominasi Kompasianival 2026 nanti. Tentunya sidang pembaca yang budiman, kemarin itu sudah mendapat coaching clinic cara menulis yang baik dari beberapa senior/suhu mandraguna yang memang sudah teruji kepiawaiannya dalam dunia persilatan aksara di belantara jagad maya ini.
Sebenarnya lima setengah tahun lalu, penulis sudah membagikan sebuah tips penulisan djitoe berjudul, "Menulis Itu Gampang, Tak Percaya? Buktikan Sendiri!" tapi sepertinya tips tersebut kini kurang manjur bagi penulis sendiri, entah bagi K'ners lain. Oleh karena itu hamba tidak berani lagi berbuat keji dengan membagikan "Kiat Jitu Menulis Cakep Agar Bisa Disayang Istri/Mertua, Dipuja Anak Dan Dicemburui Mantan! " Apalagi penulis ini belum pernah sekalipun memenangkan hadiah blog competition, nominasi Kompasianival, ataupun lomba penulisan lainnya. Artinya penulis ini bukan siapa-siapa, dan tak layak ditiru, maka penulis valid untuk membagikan tips "berdasarkan kekurangan dari penulis" ini supaya K'ners jangan mencontohnya, agar kelak bisa menjadi nomine pada Kompasianival 2026 mendatang.
Tanpa membuang waktu dan tenaga, mari kita mulai saja bro n sis.
Tips Penulisan untuk K'ners yang Ingin Menjadi Nomine Kompasianival 2026
-
Konsistensi
Konsisten adalah koentji utama untuk menjadi penulis hebat, karena "alah bisa karena biasa."
Menulis dengan konsisten bukan hanya membuat kualitas tulisan semakin baik, tapi juga meningkatkan kemampuan kita dalam melakukan editing dan proofreading.
Tulisan "daging" akan berasa "tulang" kalau editing dan proofreading-nya jelek. Kalau tulisan adalah beras enak yang hendak dibuat menjadi nasi, maka proofreading adalah proses pemisahan menir dan padi/kotoran dari beras tersebut. Sedangkan editing adalah proses pengolahan nasi tadi menjadi "nasi daun jeruk" dengan menambahkan irisan daun jeruk, butter, bawang putih cincang dan kaldu jamur. Alhasil nasi biasa tadi kemudian berubah menjadi nasi enak pakai banget.
Malangnya, walaupun penulis paham betul dengan ketentuan ini, ternyata penulis adalah salah satu K'ners inkonsisten di blog keroyokan ini. Bayangkan saja, sejak 3 Mei 2016 hingga sekarang penulis hanya mampu menuliskan 578 artikel saja. Akhirnya kualitas tulisannya hanya begitu-begitu saja.
Nah inilah tips pertama yang bisa hamba berikan agar jangan sampai ditiru K'ners lain. -
Niche (ceruk/topik spesifik)
Kebetulan penulis termasuk type "palugada," penulis segala genre, fiksi dan nonfiksi. Kanan kiri oke, atas bawahpun jadi. Di kanal Nonfiksi menulis artikel sepak bola, MotoGP, balapan F1, Ekonomi/bisnis, Hukum, Politik, Teknologi, Kesehatan hingga Makanan empat sehat lima sempurna.
Di kanal fiksi menulis puisi, cerpen, maupun cerbung/novel. Dalam menulis fiksi, penulis lebih suka memakai tokoh "aku" dalam sudut pandang pertama. Tokoh aku ini bisa saja nenek-nenek, ibu-ibu, bapak-bapak, dokter, janda, duda, pendeta, malaikat, dan tentu saja "anak muda" yang menjadi tokoh favorit penulis. Tokoh "banci" sepertinya belum pernah, tapi akan menjadi satu tantangan menarik untuk menulis cerita dari POV seorang banci kelak. Idih.. nanti eike dituduh boty atau femboy pula ya nek, eike bisa gilingan keles. Sekilas terlihat keren, tapi ini sebenarnya sebuah perangkap dalam dunia penulisan.
Kebetulan penulis memang "salah masuk" ketika bertandang ke aiotrade, di mana ketika itu (periode 2012-an) semangat Kentirisme merajai aiotrade. Penulis kemudian terjebak dalam "sitkom-kentirisme" di mana "seserius apapun cerita/topik yang diulas, harus ada kelucuan yang menyertainya."
Akhirnya pembaca fokus kepada kelucuan semata, bukan kepada inti cerita/topik yang ingin disampaikan.
Untuk menjadi penulis hebat kita memang harus fokus pada niche tertentu yang kita kuasai dan kitapun nyaman untuk menulisnya. Niche/topik harus spesifik dan terfokus pada target market sasaran.
Topik spesifik tentunya hanya menjangkau segmen pasar spesifik yang umumnya lebih fanatik pula terhadap isu yang kita tulis. Artinya tulisan itu bukan untuk menjangkau pembaca random yang hanya sekedar membaca saja.
Contohnya adalah tokoh Kompasianival Of The year 2025, Kang Fery, dimana beliau bisa memaksimalkan kemampuannya untuk fokus menulis di bidang Ekonomi, sub spesialis SBN (Surat Berharga Negara) Karena tulisan spesifik tersebut, beliau kemudian mendapat cuan lewat kerjasama dengan sebuah aplikasi investasi reksa dana ternama. Keren bukan?
Kebayang kalau K'ners yang fokus kepada dunia masak-memasak kemudian mendapat cuan lewat kerja sama dengan pabrik kecap cap kaki lima, atau pabrik bawang goreng cap Restu Ibu misalnya.
Lalu K'ners yang fokus pada dunia pijat-memijat kemudian mendapat cuan lewat kerja sama dengan pabrik minyak urut cap putri duyung misalnya. -
Blog walking
"Tak kenal maka tak sayang. Kita belum kenalan aku koq sudah sayang ya sama kamu."
Tahun pertama dan kedua di aiotrade, penulis menginstal app aiotradedan posting tulisan di komputer desktop rumah. Jadi ketika berada di luar kota, atau desktop tidak dinyalakan, maka penulis tidak terhubung dengan aiotrade. Lucunya, penulis sering posting tulisan, lalu lima hari kemudian baru membaca dan membalas komentar rekan K'ners, haha.
Setelah itu barulah instal app aiotradedi tablet/laptop, kini penulis semakin dekat dengan K'ners lainnya. Kalau kita tidak dikenal, maka mustahil orang mau membaca tulisan kita.
Salah satu "jalan terbaik untuk menjadi orang terkenal" adalah dengan rajin-rajin berkunjung le lapak teman dan berkomunikasi dengan cara yang baik dan benar pula.
Jujurly penulis bukanlah orang yang rajin menyambangi lapak teman. Semoga tahun depan penulis akan rajin menyambangi lapak teman, maupun lapak bakal teman..
"A friend in need is a friend indeed." Kalau kita berkelakuan baik, insyaallah rekan-rekan K'ners akan sayang pula kepada kita seperti sayangnya mantan dulu kepada kita. Kalau sudah begini tentunya rekan-rekan tadi tidak akan sungkan mendukung kita menjadi nomine dan vote menuju Kompasianival 2026. -
Publikasi tulisan lewat Sosmed
Salah satu cara terbaik untuk menambah viewer adalah dengan publikasi tulisan lewat sosmed. Apalagi sosmed itu memberikan efek berantai.
Kebayang kalau tulisan kita di aiotradedibaca seorang influencer cakep dengan dua juta follower, lalu dia mereposting tulisan kita tadi di berbagai sosmednya dengan diberi caption, "tulisannya bagus banget, pengen kenalan dengan penulisnya dong..."
Lalu datanglah notifikasi dari COO dan admin aiotrade, konten anda yang berjudul "Lebih Enak Sakit Rindu Daripada Sakit Gigi" akan segera ditinjau ulang. Tabahkan lah hatimu sebab tulisan ini akan diserbu massa!
Bener dong, jumlah viewer kemudian bergerak cepat, dari seribu, sepuluh ribu, hingga kemudian di atas seratus ribu viewer!
Sampai akhir tahun 2017, penulis masih mau posting tulisan di aiotradeke sosmed. Namun karena ada sesuatu hal, maka sejak saat itu sosmed penulis menjadi "gelap gulita." Jadi kini penulis hanya mengandalkan kemurahan hati rekan-rekan di aiotradesaja untuk mencari viewer.
Ada sih sedikit-sedikit penulis "bakar kemenyan dan sesajen" untuk mengejar K-rewards, tapi admin tampaknya sudah mengantisipasinya. Akhirnya penulis paling banter hanya mendapat cuan dua puluh rebuan saja, hiks.. -
Bergabung dengan komunitas
Komunitas itu seperti tetangga. Kata orang bijak, tetangga adalah saudara dekat. Umumnya penulis hebat itu berkembang lewat komunitasnya. "Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya."
Penulis dapat saling mengasah dan memperbaiki diri satu sama lain melalui interaksi, kritik sehat dan dukungan lewat komunitas yang saling mempercayai.
Sayangnya penulis ini belum pernah bergabung dengan salah satu komunitas di aiotrade. Mudah-mudahan nantinya penulis bisa bergabung dalam komunitas admin aiotrade2030, wkwk.
Begitulah tips berdasarkan dari beberapa kesalahan penulis yang perlu dihindari rekan K'ners, agar bisa menjadi penulis hebat, dan ikut berpartisipasi sebagai nomine pada Kompasianival 2026 nanti.
Salam aiotrade,
Buat yang di hati salam sayang selalu
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar