CCTV Terungkap, Pria Misterius Pencuri Makanan di Pangandaran Ternyata Penghuni Hutan Ki Brewoh

CCTV Terungkap, Pria Misterius Pencuri Makanan di Pangandaran Ternyata Penghuni Hutan Ki Brewoh

Pria yang Hidup Sendiri di Tengah Hutan

Selama setahun terakhir, Anzahyar Laadjim atau dikenal dengan panggilan Anca tinggal sendirian di tengah hutan Ki Brewoh, Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Pria asal Sulawesi Tengah ini memilih untuk tinggal di kawasan hutan tanpa kepastian sumber makanan.

Untuk bertahan hidup, Anca sering mencari makanan di sekitar hutan. Namun, ketika rasa lapar semakin mengganggu, ia terpaksa mengambil barang milik warga sekitar. Hal ini akhirnya membuatnya menjadi sorotan.

Kepala Dusun Madasari, Kusmawan, menjelaskan bahwa kelaparan membuat Anca nekat masuk ke sebuah warung milik warga yang tidak dikunci. "Saat perutnya keroncongan, Anca memaksa dirinya untuk mencuri makanan," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Madasari, Kamis malam (11/12/2025).

Aksi tersebut kemudian terekam oleh kamera pengawas (CCTV) pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Rekaman itu menyebar cepat di media sosial dan membuat sosok Anca semakin dikenal oleh warga.

Beberapa bulan sebelumnya, warga sering mengeluhkan hilangnya makanan seperti nasi, beras, bumbu dapur, telur, hingga daging ayam. Dari kecurigaan itulah, warga memasang CCTV di sejumlah titik untuk mengetahui penyebab hilangnya makanan tersebut.

"Sering ada laporan kehilangan makanan. Karena penasaran, warga memasang CCTV, dan akhirnya terlihat sosok yang mengambil makanan itu," katanya.

Namun, bukannya marah, warga setempat justru merasa iba setelah mengetahui kondisi dan kisah hidup Anca. Bahkan ketika keluarga Anca datang dan menawarkan ganti rugi atas barang yang hilang, warga menolaknya. Mereka menganggapnya sebagai bentuk sedekah untuk orang yang sedang kesusahan.

"Alhamdulillah warga tidak main hakim sendiri. Semua memahami kondisi psikologis Anca," ucap Kusmawan.

Setelah itu, keluarga Anca menjemputnya untuk dibawa pulang. Banyak warga berharap pria itu bisa kembali menjalani kehidupan lebih baik dengan pendampingan yang tepat.

"Saya dan warga berharap Anca bisa menghadapi masalah hidupnya dengan baik. Semoga masa depannya nanti lebih cerah," ujarnya.

Pengalaman Anca di Hutan

Anca memilih tinggal di hutan karena beberapa alasan. Ia ingin menjauh dari keramaian dan kehidupan yang penuh tekanan. Namun, keputusan ini juga membawa tantangan besar. Tanpa sumber makanan yang pasti, ia harus terus mencari cara untuk bertahan hidup.

Pada awalnya, Anca hanya mengumpulkan buah-buahan dan sayuran yang bisa ditemukan di sekitar hutan. Namun, ketika musim tertentu membuat persediaan makanan langka, ia terpaksa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Bahkan, saat keperluan makanan sangat mendesak, Anca terpaksa mengambil barang dari warga. Ini adalah tindakan yang dilakukan karena tidak ada alternatif lain.

Respons Warga

Warga setempat tidak langsung menghukum Anca. Sebaliknya, mereka merasa prihatin dengan situasi yang dialaminya. Mereka memahami bahwa Anca mungkin sedang dalam kondisi yang tidak stabil secara mental.

Ketika keluarganya datang, warga menolak permintaan ganti rugi. Mereka lebih memilih untuk membantu Anca daripada menghukumnya. Ini menunjukkan sikap toleransi dan empati yang tinggi dari masyarakat setempat.

Harapan untuk Masa Depan

Setelah Anca dibawa pulang oleh keluarganya, banyak warga berharap ia bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka berharap Anca dapat mendapatkan dukungan yang cukup untuk menghadapi masalah hidupnya.

Dengan pendampingan yang tepat, Anca memiliki kesempatan untuk bangkit kembali dan menjalani kehidupan yang lebih stabil. Semoga masa depannya akan lebih cerah dan penuh harapan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan