
Tingkat Kanker Payudara di Kota Cimahi dan Upaya Deteksi Dini
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat sebanyak 107 kasus kanker payudara yang dialami oleh warga setempat pada tahun 2024. Kanker jenis ini menjadi penyakit yang paling sering ditemukan pada perempuan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, dr. Dwihadi Isnalini, data ini berasal dari warga yang secara langsung melakukan pemeriksaan ke dokter atau mengunjungi Puskesmas karena menemukan benjolan pada payudara. Dari situ, mereka kemudian dirujuk ke dokter onkologi di Rumah Sakit Cibabat atau rumah sakit lainnya.
dr. Dwihadi menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining dan deteksi dini merupakan langkah penting dalam menekan angka kematian akibat kanker. Skrining memiliki peran besar dalam menemukan kanker payudara pada stadium awal, ketika peluang kesembuhan masih tinggi.
Fasilitas Kesehatan untuk Deteksi Dini
Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas. Di Kota Cimahi, sebanyak 13 Puskesmas telah dilengkapi alat USG (Ultrasonografi) untuk mendeteksi kanker payudara. Hal ini memudahkan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan awal tanpa harus pergi ke rumah sakit.
Selain itu, bekerja sama dengan Dinkes Kota Cimahi, Yayasan Priangan Cancer Care menggelar seminar dan workshop kesehatan bertajuk "Lebih Dekat Dengan Kelainan Payudara" di Puskesmas Leuwigajah. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kanker payudara dan pentingnya deteksi dini.
Peran Yayasan Priangan Cancer Care
Ketua Dewan Pembina Yayasan Priangan Cancer Care, dr. Monty Priosodewo Soemitro, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini sangat penting dalam pencegahan kanker payudara. Ia menilai bahwa edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko kanker payudara.
Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini tidak hanya berupa pemeriksaan medis, tetapi juga melibatkan perubahan pola hidup dan pengenalan gejala awal kanker. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih cepat mengambil tindakan jika menemukan tanda-tanda penyakit ini.
Kesimpulan
Angka kanker payudara di Kota Cimahi yang mencapai 107 kasus pada tahun 2024 menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan deteksi dini. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai serta program edukasi dari organisasi seperti Priangan Cancer Care, harapan untuk menurunkan angka kanker payudara semakin terbuka.
Pemerintah dan masyarakat bersama-sama harus terus berupaya untuk memastikan bahwa setiap individu memiliki akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang memadai. Dengan begitu, kanker payudara tidak lagi menjadi ancaman yang menakutkan bagi warga Kota Cimahi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar