MOSKWA, nurulamin.pro– Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan Telegram, menawarkan untuk menanggung penuh biaya bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) bagi perempuan berusia di bawah 37 tahun yang ingin hamil menggunakan sperma miliknya. Tawaran ini menarik perhatian banyak pihak, terutama karena Durov adalah seorang miliarder asal Rusia yang dikenal dengan kekayaannya yang mencapai hampir 17 miliar dolar AS.
Durov mengklaim telah memiliki setidaknya 100 anak dari donor sperma, di luar enam anak yang ia miliki dari tiga pasangan berbeda. Ia menyebut langkahnya sebagai bagian dari “tugas sipil” untuk mengatasi kelangkaan donor sperma berkualitas. Selain itu, Durov juga menegaskan bahwa seluruh anak biologisnya kelak berhak atas bagian dari warisannya.
Klaim sudah miliki lebih dari 100 anak
Durov, yang kekayaannya diperkirakan mendekati 17 miliar dollar AS, mengatakan bahwa dirinya telah lama terlibat dalam donor sperma. Dalam wawancara di podcast Lex Friedman pada Oktober lalu, ia menyatakan bahwa semua anak biologisnya akan diperlakukan setara. “Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti—mungkin 30 tahun dari sekarang—mereka akan berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya meninggal,” ujar Durov.
Dalam wawancara terpisah dengan majalah Perancis Le Point, ia menegaskan, “Saya tidak membedakan anak-anak saya.” Ini menunjukkan bahwa Durov tidak melihat perbedaan antara anak-anaknya, baik yang lahir dari pasangan maupun dari donor sperma.
Biaya bayi tabung ditanggung
Menurut laporan The Wall Street Journal pada Senin (22/12/2025), sperma Durov menjadi komoditas yang sangat diminati. Tahun lalu, puluhan perempuan disebut merespons iklan di sebuah klinik di Moskwa yang menawarkan sperma Durov secara gratis, dengan biaya IVF ditanggung langsung olehnya bagi perempuan di bawah usia 37 tahun.
Meski Durov kini tidak lagi mendonorkan sperma secara langsung, sampel dari donasi sebelumnya masih disimpan di Klinik Altravita yang berbasis di Moskwa. Dalam sebuah unggahan di Telegram pada Juli 2024, Durov memastikan bahwa spermanya “masih tersedia.” Namun, demi menghindari persoalan hukum, akses terhadap sampel tersebut dibatasi. Klinik menyebut hanya perempuan yang belum menikah dan berusia 37 tahun atau lebih muda yang memenuhi syarat.
Kesaksian dokter dan proses seleksi
Seorang mantan dokter di Klinik Altravita yang pernah memeriksa beberapa relawan mengatakan para pasien yang datang memiliki latar belakang yang baik. “Para pasien yang datang, semuanya terlihat bagus, berpendidikan tinggi, dan sangat sehat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peserta harus belum menikah untuk menghindari masalah hukum. “Mereka ingin memiliki anak dari tipe pria tertentu. Mereka melihat figur ayah seperti itu (Pavel Durov) sebagai sosok yang tepat,” kata dokter tersebut, seraya menegaskan bahwa Durov tidak terlibat dalam proses seleksi perempuan penerima spermanya.
Rencana “open-source” DNA
Durov secara terbuka mengaitkan penurunan jumlah sperma dan meningkatnya infertilitas pria di seluruh dunia dengan faktor lingkungan, termasuk polusi plastik. Ia menyebut dirinya senang bisa membantu mengatasi masalah tersebut. “Aktivitas donor saya di masa lalu telah membantu lebih dari seratus pasangan di 12 negara untuk memiliki anak,” tulis Durov dalam sebuah unggahan. Ia juga mengumumkan rencana untuk melakukan “open-source” DNA miliknya agar anak-anak biologisnya dapat saling menemukan dengan mudah.
“Tentu ada risikonya, tetapi saya tidak menyesal pernah menjadi donor. Kelangkaan sperma sehat telah menjadi masalah yang semakin serius di seluruh dunia, dan saya bangga telah melakukan bagian saya untuk membantu menguranginya,” tambahnya.
Kontroversi dan kehidupan pribadi
Laporan The Wall Street Journal juga menyinggung sengketa hukum antara Durov dan Irina Bolgar, pengacara hak asasi manusia yang tinggal di Swiss dan ibu dari tiga anaknya. Bolgar menuduh Durov memutus seluruh dukungan finansial pada 2023 serta mengajukan pengaduan pidana dengan tuduhan kekerasan terhadap anak bungsu mereka. Perwakilan Durov telah membantah semua tuduhan tersebut.
Saat ini, Durov diketahui menjalin hubungan dengan influencer daring Juli Vavilova, yang mengungkap di media sosial bahwa dirinya mengalami keguguran pada 2024.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar