
KEDIRI, aiotrade
- Warga Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tiba-tiba heboh karena kedatangan sebuah mobil ambulans dan sejumlah kendaraan lainnya ke desa tersebut, Senin (1/12/2025) malam.
Rombongan itu terdiri dari para relawan dari Kota Mojokerto, Jawa Timur, yang ingin mengantarkan Sukadi (71) dan motornya yang rusak pulang ke rumahnya di Desa Plaosan.
Sukadi ditemukan dalam kondisi linglung dan kecelakaan setelah motor bututnya mengalami rem blong saat menuruni turunan Cangar di kawasan Pacet, Mojokerto, pagi harinya.
Kepulangan Sukadi membuat keluarganya maupun para tetangganya merasa haru. Namun mereka juga diliputi kebingungan atas latar belakang peristiwa itu. Mereka tidak menyangka Sukadi yang sudah lansia bisa sampai ke wilayah yang berjarak sekitar seratus kilometer dari kampung halamannya.
Ketua relawan Wana Rescue Indonesia, Joko Suprayitno, yang turut hadir dalam evakuasi Sukadi, mengatakan bahwa kondisi di kampung Sukadi mendadak heboh karena hal itu.
“Ya, keluarga sampai para tetangganya langsung datang berkerumun. Mereka juga bingung kenapa Mbah Sukadi bisa sampai di Mojokerto sana,” ujar Joko Prayitno kepada aiotrade, Selasa (2/12/2025).
Dari penuturan keluarga, Joko Prayitno yang memiliki nama panggilan Aji Blangkon, diketahui bahwa Sukadi sudah tidak pulang ke rumah sejak Minggu (30/11/2025) sore. Sebelumnya, Sukadi pamit kepada keluarganya untuk mencari rumput sebagai pakan ternak. Ia berangkat menggunakan sepeda motor dan membawa peralatan seperti sabit hingga karung.
Namun sejak berangkat hingga sore itu, Mbah Sukadi yang sudah mengalami kepikunan itu tidak pulang. Itu situasi yang tidak biasa karena lokasi pencarian rumput biasanya hanya di sekitaran rumahnya yang berada di kawasan Gunung Kelud dan selalu pulang setelahnya.
Keluaraga pun sudah berupaya melakukan pencarian, tetapi nihil temuan. Hingga kemudian datang kabar bahwa Mbah Sukadi ditemukan berada di kawasan Cangar di Mojokerto tersebut.
“Awalnya saya dikontak kawan-kawan relawan Mojokerto perihal adanya temuan warga Kediri yang tersesat di Mojokerto sana, terus saya berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk BPBD dan benar itu memang warga Plaosan, akhirnya diantar pulang ke desa itu,” ujar Aji Blangkon.
Kronologi Sukadi ditemukan di Mojokerto
Aji Blangkon menceritakan kronologi menemukan Sukadi. Kisah ini bermula saat sejumlah relawan di tanjakan Cangar tengah bertugas mengatur lalu lintas. Tanjakan ini cukup viral karena kecuramannya. Di sana mereka menghalau seorang lansia pengendara motor yang hendak melintas naik tanjakan karena jalan bagian atas tengah ditutup akibat perbaikan.
Lansia pengendara motor tersebut akhirnya balik turun. Namun saat turun itu mengalami rem blong hingga membuatnya terjatuh menabrak batas jalan. Para relawan segera menolongnya namun sempat kesulitan mengidentifikasi identitasnya karena kondisinya lemas tak berdaya.
“Saat itu kondisi masih lemas, linglung. Gak bisa ditanyai. Untungnya membawa KTP, akhirnya terungkap namanya Sukadi dari Kediri,” lanjut Aji Blangkon.
Keanehan perjalanan
Baik pihak keluarga maupun para relawan merasa aneh dengan keberadaan Sukadi yang bisa sampai berjarak puluhan kilometer dari rumahnya itu.
Aji Blangkon mengatakan, jika merujuk kebiasaan lokasi pencarian rumput yang berada di sekitaran Gunung Kelud, seharusnya kemungkinan besar tersesatnya adalah ke wilayah Kabupaten Blitar maupun Kabupaten Malang karena dua wilayah itu berada di sekitar Kelud.
Tetapi dalam kasus ini, Sukadi sampai tersesat jauh hingga melewati dua wilayah kabupaten yakni Kabupaten Jombang dan Mojokerto. Apalagi dari sisi motor yang dikendarainya juga nampak tidak cukup mendukung perjalanan jauh. Tanpa helm dan keterbatasan bahan bakar.
“Nah itu yang sampai saat ini membuat keluarga bahkan kawan-kawan relawan juga gak habis pikir. Dipikir logika juga belum ketemu,” pungkas Aji Blangkon.
Meski demikian semua pihak bersyukur karena Sukadi selamat dan pulang sehingga bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar