Cinta Ditolak, Teror Jadi Alasan Mahasiswa Depok Ancam Bom 10 Sekolah demi Perhatian Mantan

Cinta Ditolak, Teror Jadi Alasan Mahasiswa Depok Ancam Bom 10 Sekolah demi Perhatian Mantan

Motif Mengerikan di Balik Teror Bom yang Menyerang 10 Sekolah di Depok

Sebuah kasus teror bom yang menyerang 10 sekolah di Depok akhirnya terungkap. Tersangka utamanya adalah seorang mahasiswa teknologi informasi dengan inisial HRR. Meski awalnya dikhawatirkan terkait jaringan radikal, ternyata motif pelaku jauh lebih pribadi dan menyedihkan.

Polres Metro Depok mengungkap bahwa aksi nekat HRR dipicu oleh luka hati yang mendalam. Penyebab utamanya adalah penolakan lamaran yang dilakukan mantan kekasihnya, berinisial K. Kekecewaan ekstrem ini membuat HRR melakukan tindakan yang sangat tidak wajar dan membahayakan nyawa banyak orang.

Kompol Made Gede Oka Utama, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, menjelaskan bahwa HRR dan K pernah menjalin hubungan asmara pada tahun 2022. Saat keluarga besar HRR melamar K, pihak keluarga K menolak pinangan tersebut. Penolakan ini menjadi titik awal dari rangkaian aksi balas dendam yang mengerikan.

Sebelum melakukan aksi teror bom, HRR dilaporkan telah melakukan berbagai bentuk intimidasi terhadap K. Salah satu contohnya adalah mengirimkan puluhan pesanan makanan fiktif ke rumah K. Selain itu, ia juga meneror area kampus tempat K menimba ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa HRR mulai merasa diabaikan oleh K setelah lamarannya ditolak.

Karena rasa kecewa yang tak terkendali, HRR memutuskan untuk mengambil langkah paling nekat. Ia mencatut nama K dalam surat elektronik berisi ancaman bom yang dikirimkan ke 10 SMA di Depok. Tujuannya jelas: mencari perhatian K.

“Tersangka sengaja melakukan ini untuk mencari perhatian K, karena sejak lamarannya ditolak, kehadirannya tidak lagi diindahkan,” jelas Kompol Made pada Jumat (26/12/2025).

Akibat obsesi gila HRR, beberapa sekolah seperti SMAN 6, SMA Cakra Buana, hingga SMA PGRI 1 sempat mengalami ketegangan hebat. Bahkan, para siswa dan guru merasa tak aman selama beberapa hari sebelum HRR berhasil ditangkap oleh petugas.

Dampak yang Ditimbulkan

Aksi teror ini tidak hanya menimbulkan rasa takut di kalangan siswa dan guru, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang cukup dalam. Banyak orang merasa khawatir akan keselamatan mereka sendiri dan lingkungan sekitar. Selain itu, proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut terganggu selama beberapa waktu.

Proses Penangkapan Pelaku

Setelah penyelidikan yang intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap HRR. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya bukti-bukti kuat yang menghubungkan HRR dengan ancaman bom yang disebarkan ke 10 sekolah di Depok. Pihak kepolisian menyatakan bahwa HRR akan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Komentar dari Pakar Psikologi

Ahli psikologi mengatakan bahwa tindakan HRR mencerminkan masalah mental yang serius. Rasa kecewa yang berlebihan bisa memicu perilaku impulsif dan bahaya. Mereka menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap tanda-tanda kecemasan atau kebencian yang berlebihan pada seseorang.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak sekolah dan komunitas setempat diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk saling mendukung dan memberikan perhatian kepada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan emosional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan