Ciri-ciri air radiator mobil perlu diganti


SOLO, berita
Pengemudi mobil yang akan melakukan perjalanan jauh perlu memperhatikan beberapa hal penting sebelum berkendara. Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah kondisi air radiator. Jangan sampai mobil mengalami overheating akibat kelalaian dalam memeriksa kualitas dan volume air radiator.

Berikut adalah tanda-tanda paling jelas bahwa air radiator mobil sudah waktunya diganti. Hal ini berlaku untuk semua jenis mobil, baik itu mobil modern maupun mobil lama.

Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa air radiator pada mobil terbagi menjadi dua jenis, yaitu air biasa dan coolant.

Saya selalu menyarankan penggunaan coolant karena memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menahan panas dibandingkan air biasa. Titik didih air biasa hanya mencapai 100 derajat Celsius, sedangkan coolant memiliki titik didih yang lebih tinggi, ujarnya.

Kualitas coolant yang menurun bisa dikenali dari perubahan warnanya. Biasanya, coolant memiliki warna hijau atau biru, tergantung mereknya. Namun, ketika sudah waktunya diganti, warnanya akan berubah menjadi kecoklatan dan keruh. Hal ini menunjukkan bahwa aditif anti-karat dan anti-didih dalam coolant sudah habis.

Selain itu, saat tutup radiator dibuka dan mesin dalam keadaan dingin, terlihat adanya endapan seperti lumpur kecoklatan, kristal putih, atau karat. Ini merupakan tanda bahwa coolant sudah tua dan perlu diganti.

Dari segi performa, mesin akan lebih cepat mencapai suhu panas. Jarum temperatur sering naik sedikit lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, suhu mesin juga bisa naik-turun secara tidak stabil karena coolant lama tidak lagi efektif dalam menyerap dan melepas panas.

Coolant yang sudah lama juga bisa mengeluarkan aroma khas, seperti bau manis tajam. Hal ini menandakan bahwa kandungan etylene glycol mulai rusak. Selain itu, air radiator juga bisa berbau karat atau seperti comberan karena terkontaminasi oleh kotoran.

Jika aromanya berbeda dari sebelumnya, kemungkinan besar coolant perlu diganti, ujarnya.

Meskipun tidak ada gejala yang terlihat, coolant juga harus diganti setelah melewati 2 tahun atau 40.000 kilometer untuk coolant biasa. Sementara itu, coolant dengan masa pakai panjang (long life coolant) bisa bertahan hingga 4 tahun atau 80.000 kilometer.

Oleh karena itu, tanda-tanda bahwa air radiator sudah waktunya diganti dapat dilihat dari beberapa hal, seperti perubahan warna coolant, kejernihan, aroma, dan usia penggunaannya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pengemudi dapat mencegah kerusakan pada mesin dan memastikan perjalanan yang aman serta nyaman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan