
nurulamin.pro,
JAKARTA — Pemerintah Presiden Prabowo Subianto sedang mempersiapkan proyek mobil nasional (Mobnas) yang sebelumnya sempat tertunda pada era Joko Widodo.
Pada masa pemerintahan Jokowi dari 2014 hingga 2024, Esemka pernah diusulkan sebagai calon mobil nasional. Namun, proyek tersebut tidak pernah benar-benar terealisasi dan gagal dalam produksi massal, terutama karena masalah bisnis dan investasi. Kini, ambisi menghadirkan Mobnas dilanjutkan oleh Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tahun depan pemerintah akan fokus pada kebijakan pengembangan proyek mobil nasional. Tidak ada lagi stimulus untuk mobil listrik.
Menurut Airlangga, penghentian stimulus otomotif tersebut bertujuan untuk mendorong kemandirian industri, khususnya agar produsen otomotif meningkatkan kapasitas produksi kendaraan secara lokal di dalam negeri.
“Justru dengan berhentinya stimulus itu diberikan supaya mereka bangun pabrik. Sekarang setelah mereka bangun pabrik, maka struktur biaya masuknya lebih rendah,” ujar Airlangga saat ditemui di seremoni peresmian pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat, dikutip Selasa (16/12/2025).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kemungkinan besar anggaran untuk insentif sektor otomotif pada tahun depan akan dialihkan untuk mengakselerasi program mobil nasional yang kini menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Anggarannya tentu kita punya perencanaan mobil nasional, sehingga kita bisa belajar sebetulnya dari Vinfast. [Anggaran mobil nasional] sedang dalam proses,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, mengacu dokumen Paket Stimulus Kemenko Perekonomian yang diumumkan pada akhir 2024 lalu, pemerintah telah mengucurkan insentif untuk sektor otomotif sekitar Rp11,4 triliun sepanjang 2025. Namun, Airlangga belum mengumumkan berapa anggaran yang akan digelontorkan untuk proyek mobil nasional pada 2026.
Di sisi lain, Airlangga juga menyoroti keberhasilan Vietnam dalam mengembangkan mobil nasionalnya yakni Vinfast. Dia mengatakan, jika Indonesia berambisi untuk mengembangkan mobil nasional, maka pemerintah perlu meniru strategi Vietnam yang dinilai berhasil menguatkan Vinfast di pasar domestik sekaligus memperluas penetrasinya ke pasar global.
"Sebetulnya Indonesia harus belajar dari Vinfast. Saya monitor di Vietnam, Vinfast itu berhasil mengalahkan berbagai merek, termasuk merek Jepang, sehingga Vinfast menjadi nomor 1 di Vietnam," ujarnya.
Saat ini, pembangunan pabrik Vinfast di Subang diproyeksikan menelan nilai investasi di atas Rp3,5 triliun dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 171 hektare.
Area pabrik rencananya akan dilengkapi dengan lintasan uji alias test track. Sementara itu, dari sisi tenaga kerja, pada tahap awal pabrik itu akan menyerap sekitar 1.700 orang.
"Pemerintah mengapresiasi rencana tambahan investasi Vinfast sekitar US$1 miliar atau Rp17 triliun, kapasitas akan dinaikkan dari 50.000 menjadi 350.000 unit per tahun," pungkas Airlangga.
Pindad Siap Bangun Pabrik Mobil Nasional
Di sisi lain, PT Pindad (Persero) tengah bersiap untuk membangun fasilitas produksi mobil nasional (mobnas) yang juga berlokasi di Subang, Jawa Barat dengan kapasitas yang ditargetkan tembus 500.000 unit per tahun.
Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tak boleh hanya sebatas slogan. Pada tahap awal fase produksi akan dimulai dengan 100.000 unit pada 2028, dari total target 500.000 unit.
Guna merealisasikan proyek tersebut, PT Pindad dan Kementerian PPN/Bappenas bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta akselerasi Program Mobil Nasional sebagai proyek strategis nasional (PSN).
"Pindad berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan memperkuat kemampuan produksi dan rantai pasok nasional, serta menghasilkan setiap tahapan pembangunan mobil nasional berjalan sesuai dengan arahan serta keputusan jangka panjang pemerintah,” ujar Sigit melalui laman resmi Pindad.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar