Pencarian Korban Longsor yang Masih Belum Menemukan Hasil
Pencarian tiga korban longsor yang tertimbun di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, hingga Jumat (12/12/2025) masih belum membuahkan hasil. Proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan terkendala oleh beberapa faktor utama.
Luasnya Area Terdampak dan Cuaca yang Tidak Menentu
Luasnya area yang terdampak longsor menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Selain itu, kondisi cuaca yang masih diguyur hujan setiap hari juga menyulitkan kinerja tim di lapangan. Hujan intensitas tinggi meningkatkan risiko longsoran susulan dan menghambat proses penyisiran.
Metode Pencarian Manual dan Material Longsor yang Berat
Sebagian besar pekerjaan pencarian harus dilakukan secara manual menggunakan alat seperti pompa alkon. Adanya material padat, khususnya batu besar, yang dicurigai menimbun korban, memerlukan upaya pemindahan yang sulit dan memakan waktu. Hal ini membuat proses pencarian berjalan lambat.
Perpanjangan Waktu Pencarian dan Titik Krusial
Waktu pencarian yang seharusnya berakhir pada Kamis (11/12/2025) diperpanjang setelah keluarga korban mengajukan permohonan. Bupati Bandung memberikan lampu hijau untuk perpanjangan waktu tersebut, memberikan keluarga kesempatan terakhir untuk menyisir area yang mereka curigai.
Kawa Setiawan, menantu Aisyah sekaligus ayah dari Citra, memiliki firasat kuat mengenai satu titik krusial, yaitu di bawah batu besar yang berada di lokasi longsor. Ia memohon agar petugas dapat memindahkan batu raksasa tersebut dan menyisir area di bawahnya sebagai satu-satunya cara untuk membungkam rasa penasaran yang menghantui mereka.

Ikhlas di Tengah Keterbatasan
Meskipun tim SAR kembali berjibaku dengan lumpur dan alat berat, baik AKP Asep maupun Kawa Setiawan telah menyiapkan hati mereka untuk kemungkinan terburuk. Perpanjangan waktu tiga hari ini dilihat bukan hanya sebagai pencarian fisik, tetapi juga proses penataan hati menuju keikhlasan.
"Jika memang sampai waktu tambahan tiga hari ini tak ditemukan jasad para korban, kami keluarga insya Allah menerimanya dan ikhlas," kata Kawa Setiawan perlahan. Senada dengan Kawa Setiawan, AKP Asep Dedi juga mengungkapkan keikhlasannya jika upaya pencarian ini harus berakhir tanpa penemuan jasad korban.
Langkah Pemkab Amankan Warga Rawan Bencana
Secara terpisah, Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah mitigasi bagi warga yang rumahnya berada di area rawan longsor. Bupati Dadang Supriatna berencana memberikan bantuan biaya kontrakan sementara bagi warga tersebut selama tiga bulan ke depan, mengingat kawasan itu masih sangat rawan longsor susulan.
Selain itu, Pemkab juga memastikan rumah warga yang rusak atau roboh akan segera dibangun kembali di lokasi yang lebih aman di Desa Wargaluyu. Bantuan pembangunan ulang ini didukung oleh Wakil Ketua DPR RI, Kang Haji Cucun, yang memberikan bantuan berupa tanah dan rumah untuk enam warga terdampak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar