Cuaca buruk halangi pencarian 3 WNA Spanyol di Labuan Bajo

Cuaca buruk halangi pencarian 3 WNA Spanyol di Labuan Bajo

Kondisi Cuaca Buruk Menghambat Operasi Pencarian 3 WNA Spanyol

Cuaca buruk dan arus yang sangat deras di perairan sekitar Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi kendala utama dalam operasi pencarian tiga Warga Negara Asing (WNA) Spanyol yang tenggelam dalam kecelakaan laut KM Putri Sakinah. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/12/2025) lalu, dan hingga hari keenam operasi pencarian, kondisi cuaca tetap tidak memungkinkan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa arus yang kuat di lokasi pencarian menjadi penghambat utama bagi Tim Sar Gabungan. "Terkait dengan pencarian hari keenam, adapun kendala yang kita hadapi yaitu arus yang cukup keras di lokasi saat kita lakukan pencarian," ujar Fathur Rahman, Rabu (31/12/2025).

Operasi hari keenam ini melibatkan penyisiran di beberapa area perairan, antara lain:

  • Perairan Utara Pulau Padar sejauh 10,2 Nautical Mile
  • Perairan Utara Pulau Padar sejauh 8,7 Nautical Mile
  • Perairan Utara (dekat Pulau Seraya) sejauh 7,5 Nautical Mile
  • Perairan Selatan Pulau Padar sejauh 3 Nautical Mile
  • Arah selatan perairan Pulau Padar

Selain itu, sebanyak 11 tim penyelam profesional dari komunitas dive di Labuan Bajo turut diterjunkan dalam operasi hari keenam. Tim-tim tersebut berasal dari berbagai komunitas seperti Alexa Pinisi, Maika Dive, Scuba Republic, Dive Tribe, Aqura Dive, Wetfog Dive, Helo Dive, serta penyelam dari Kantor SAR Maumere.

Riwayat Kecelakaan Kapal Wisata di Wilayah Labuan Bajo

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar panjang kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 kejadian kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut.

Sebagian besar kecelakaan besar terjadi di perairan sekitar Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal. Beberapa kejadian yang pernah terjadi antara lain:

  • Tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025
  • Phinisi Budi Utama pada Juni 2024
  • Kecelakaan di rute Labuan Bajo – Pulau Padar pada Agustus 2024
  • Kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025

Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah perairan Labuan Bajo masih menjadi tempat yang rawan bagi kapal-kapal wisata, terutama jika tidak memperhatikan kondisi cuaca dan pemeliharaan kapal secara berkala.

Upaya Pencarian yang Terus Dilakukan

Meskipun kondisi cuaca dan arus tidak mendukung, Tim Sar Gabungan tetap melakukan upaya pencarian secara maksimal. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di beberapa area perairan yang diduga menjadi lokasi kemungkinan korban. Namun, proses ini memakan waktu yang cukup lama karena harus menghadapi tantangan alam yang ekstrem.

Para penyelam profesional juga menghadapi risiko tinggi dalam operasi ini, mengingat kondisi air yang tidak stabil dan arus yang kuat. Meski begitu, mereka tetap berkomitmen untuk mencari tiga WNA Spanyol yang hilang dalam kecelakaan tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan