Cuaca buruk sejak Desember, harga ikan di Makassar melonjak

Cuaca buruk sejak Desember, harga ikan di Makassar melonjak

nurulamin.pro, MAKASSAR – Harga ikan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pelelangan Ikan (UPTD TPI) Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, naik tajam sejak Desember 2025.

UPTD TPI Rajawali berada di Jalan Rajawali, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, sekitar 2,6 kilometer dari Balai Kota Makassar.

Kenaikan harga dipicu cuaca ekstrem yang membatasi aktivitas nelayan melaut.

Penjual ikan, Nurdin, menyebut harga tuna melonjak dari Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu per ekor.

Harga cakalang naik dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu per ekor, sedangkan ikan katombo dijual Rp 85 ribu per 10 ekor, naik dari Rp 50 ribu sebelumnya.

 Ikan layang kini Rp 85 ribu per 10 ekor, dari sebelumnya Rp 65 ribu.

Harga ikan bui-bui juga naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 90 ribu per keranjang.

Sementara kakap putih, baronang, golden lamuru, dan kakap merah relatif stabil.

Mahalnya harga ikan laut membuat warga beralih membeli ikan bandeng, yang meski naik, harganya lebih terjangkau, berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per ekor.

Made Daeng Rola, penjual ikan bolu dari Pangkep dan Maros, menjelaskan kenaikan harga disebabkan stok ikan berkurang.

Dampaknya, masyarakat kini membeli lebih sedikit, dari 10 ekor menjadi 5 ekor, agar ada anggaran untuk kebutuhan dapur lainnya.

Ibu rumah tangga Isa mengeluhkan mahalnya harga ikan. Katombo dulunya Rp 25 ribu per keranjang, kini Rp 40 ribu, sementara cakalang kecil naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 25 ribu per ekor.

Ia memaklumi kenaikan harga akibat cuaca buruk.

“Cukup dimaklumi. Lebih baik beli mahal dan segar daripada murah tapi sudah bermalam,” katanya.

Suasana jual beli di UPTD TPI Rajawali tampak ramai meski harga melonjak.

(Tribun Timur/Kaswadi Anwar)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan