
SIMALUNGUN, berita
Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi salah satu wilayah yang berpotensi dilanda hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan ke depan. Prediksi ini berlaku mulai dari Senin, 8 hingga 15 Desember 2025.
Menyikapi situasi tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan, terutama menggunakan transportasi darat maupun penyeberangan danau. Imbauan ini disampaikan oleh Anton setelah menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (12/12/2025) sore.
Kita di daerah Sumatera Utara ini belakangan ini sering dilanda bencana. Boleh saja merayakan libur akhir tahun, tapi jangan sampai berlebihan dan tetap perhatikan keselamatan, ujar Anton.
Waspada Cuaca Ekstrem di Kawasan Wisata Danau Toba
Anton secara khusus menyoroti kawasan wisata Danau Toba, seperti Parapat dan Pelabuhan Tigaras Simalungun, yang menjadi destinasi favorit sekaligus jalur penyeberangan menuju Kabupaten Samosir. Kedua lokasi ini diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, risiko gangguan keselamatan akibat cuaca ekstrem perlu diantisipasi.
Anton mengimbau masyarakat dan wisatawan domestik untuk terus memantau perkembangan cuaca, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang bisa memengaruhi lalu lintas dan keselamatan perjalanan.
Kita tidak tahu kondisi cuaca ini terutama arus lalu lintas. Kalau bisa hindari hal-hal yang berisiko, tambahnya.
BMKG: Simalungun Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga 15 Desember
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Simalungun, Jurist Saragih, menyampaikan bahwa berdasarkan rilis BMKG Wilayah I Medan, Kabupaten Simalungun termasuk daerah yang terdampak potensi hujan lebat hingga awal pekan depan.
Sampai tanggal lima belas, Kabupaten Simalungun masih berpotensi memiliki curah hujan lebat, ujar Jurist.
Untuk menghadapi potensi bencana banjir dan longsor, BPBD Simalungun telah menyiapkan posko siaga bencana di beberapa titik rawan. Posko tersebut didirikan di Pintu Tol Sinaksak, Pantai Bebas Parapat, Simpang Palang Pondok Buluh, Simpang Mayang, dan Saribudolok.
Lebih lanjut kami masih berkoordinasi untuk bantuan personil TNI Polri di tiap pos darurat bencana, kata Jurist.
Dinas Perhubungan Dirikan 10 Pos Pengamanan Lalu Lintas
Di sisi lain, untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun mendirikan 10 Pos Pengamanan (Pos Pam) di sejumlah titik strategis.
Pos Pam tersebut tersebar di Simpang Mayang, Bah Sampuran, Simpang Palang, Simpang Sitahoan, Pagoda Open Stage Parapat, Saribudolok, Pintu Tol Sinaksak, Pintu Tol Simpang Pane, Pantai Bebas Parapat, serta Pelabuhan Tigaras.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan selama periode libur akhir tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar