Curah Hujan Tinggi, 1,5 Juta Wisman Ramaikan Libur Akhir Tahun


Pemerintah mengingatkan wisatawan dan pelaku pariwisata untuk tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi di berbagai destinasi selama libur akhir tahun. Peringatan ini disampaikan dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/12/2025).

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa prediksi dari BMKG menunjukkan bahwa Desember 2025 akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini harus diantisipasi dengan kesiapan Basarnas setempat serta koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku pariwisata.

Selain perhatian terhadap cuaca, Ni Luh juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan keselamatan saat berwisata. Menteri Pariwisata telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku pariwisata. Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa pemerintah daerah harus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk PHRI, rumah sakit terdekat, dan PMI.

Selain itu, pihak Polri juga diminta untuk memastikan keamanan di tempat-tempat wisata. Kementerian Pariwisata juga mendorong penerapan manajemen risiko di destinasi wisata, khususnya di lokasi yang memiliki risiko tinggi.

Manajemen risiko ini merujuk pada modul CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) yang mencakup penanggulangan kebencanaan dan pengelolaan pengunjung. Modul ini sudah didistribusikan ke berbagai daerah dan pengelola daya tarik wisata. Ni Luh berharap modul ini dapat diterapkan secara baik sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan nyaman.

Proyeksi jumlah kunjungan wisatawan juga menjadi fokus utama. Ni Luh menyebutkan bahwa sekitar 1,5 juta kunjungan wisman diproyeksikan terjadi pada Desember 2025. Sementara itu, data survei Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa sekitar 100 juta wisnus akan melakukan perjalanan selama bulan Desember.

Berdasarkan proyeksi ini, Kementerian Pariwisata meminta semua pihak bersiap menghadapi lonjakan pergerakan wisnus dan wisman selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sebelumnya, hasil survei Kemenhub menunjukkan bahwa sebanyak 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama Nataru. Angka ini meningkat 2,71 persen dibandingkan libur akhir tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat pada Nataru masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi daerah asal terbesar, sedangkan Jawa Tengah menjadi tujuan utama.

Dari total masyarakat yang bepergian, sekitar 21,28 persen atau 60,53 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan pada dua momentum sekaligus, yaitu saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa Aspek Penting yang Harus Diperhatikan Selama Libur Akhir Tahun:

  • Koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan.
  • Penerapan modul CHSE sebagai panduan dalam pengelolaan destinasi wisata.
  • Peningkatan keamanan dan keselamatan di tempat-tempat wisata, khususnya yang memiliki risiko tinggi.
  • Pemantauan cuaca dan kondisi lingkungan untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir atau longsor.
  • Pengaturan lalu lintas dan transportasi agar perjalanan wisatawan lebih lancar dan aman.

Dengan persiapan yang matang, pemerintah berharap libur akhir tahun 2025 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan