
Penanganan Banjir di Kota Jambi: Langkah Mitigasi dan Program Jangka Panjang
Pemerintah Kota Jambi sedang menghadapi tantangan musim penghujan yang berpotensi menyebabkan banjir di beberapa titik. Sebagai respons, pihak terkait telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana tersebut.
Titik Rawan Banjir di Kota Jambi
Saat ini, ada 19 kelurahan dari enam kecamatan yang dipetakan sebagai daerah rawan banjir setelah hujan intensitas tinggi mengguyur kota dalam beberapa waktu terakhir. Daftar tersebut mencakup wilayah seperti Kenali Asam di Kecamatan Kotabaru, Handil Jaya di Kecamatan Jelutung, serta beberapa kelurahan lainnya di Kecamatan Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Timur, dan Alam Barajo.
Upaya Mitigasi Jangka Pendek
Wali Kota Jambi Maulana telah menginstruksikan para camat dan lurah untuk mengajak masyarakat melakukan gotong royong sebagai langkah mitigasi jangka pendek. Fokus utama adalah pengecekan dan pembersihan saluran drainase agar tetap berfungsi optimal dan tidak mengalami penyumbatan.
"Kita sudah memasuki musim penghujan, Kota Jambi juga telah berada dalam status Siaga Darurat Bencana, untuk mitigasi jangka pendek dengan memastikan kondisi drainase yang ada di lingkungan masyarakat lancar dan tidak ada masalah," ujar Maulana.
Ia menambahkan bahwa kegiatan gotong royong diutamakan dilakukan secara manual. Namun, jika diperlukan bantuan peralatan, pihak terkait diminta siap memberikan dukungan. Misalnya, apabila dibutuhkan penyemprotan, maka akan dikerahkan Damkar untuk membantu.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) diminta menyiapkan armada pengangkut sampah guna mendukung kegiatan pembersihan drainase apabila dibutuhkan.
Penanganan Jangka Menengah dan Panjang
Selain upaya mitigasi jangka pendek, Pemerintah Kota Jambi juga tengah melaksanakan penanganan banjir untuk jangka menengah dan panjang secara bertahap. Salah satu program besar yang sedang berjalan adalah Sistem Asam, yang meliputi pelebaran saluran di tiga kecamatan.
Sistem Asam akan dimulai dari Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, dilanjutkan ke Kecamatan Jelutung, dan berakhir di Kecamatan Pasar. Aliran air nantinya akan dibuang ke Sungai Batanghari melalui pintu air Sungai Asam. Sistem ini juga dilengkapi dengan kolam retensi yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara atau parkir air sebelum dialirkan ke Sungai Batanghari. Kolam retensi tersebut akan dibangun di kawasan Paal Lima yang berada di tengah jalur Sistem Asam.
Keberadaan sistem ini diperkirakan mampu menekan dampak banjir hingga 60 persen. Selain Sistem Asam, Pemkot Jambi juga menyiapkan Sistem Kenali yang ditujukan untuk mengatasi banjir di kawasan Alam Barajo. Kemudian terdapat pula Sistem Kambang yang direncanakan dimulai dari kawasan sekitar Jamtos, melewati Sungai Kambang, dan berakhir di Danau Sipin.
Progres Pembangunan Sistem Asam
Untuk saat ini, pengerjaan Sistem Asam masih berlangsung, dengan sepanjang 2,8 kilometer saluran yang telah rampung di kawasan Bagun. Pembangunan kolam retensi juga telah mulai dikerjakan. Sementara itu, Sistem Kenali dan Sistem Kambang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun depan.
Daftar 19 Kelurahan Rawan Banjir
Adapun kecamatan di Kota Jambi yang rawan banjir berdasarkan kejadian beberapa hari, yakni sebagai berikut:
- Kecamatan Kotabaru
- Kenali Asam
- Paal Lima
- Kenali Asam Bawah
- Suka Karya
-
Simpang 3 Sipin
-
Kecamatan Jelutung
- Handil Jaya
- Jelutung
- Payo Lebar
- Kebun Handil
- Lebak Bandung
- Talang Jauh
-
Cempaka Putih
-
Kecamatan Telanaipura
-
Simpang 4 Sipin
-
Kecamatan Danau Sipin
-
Kelurahan Selamat
-
Kecamatan Jambi Timur
- Talang Banjar
- Sulanjana
-
Budiman
-
Kecamatan Alam Barajo
- Rawasari
- Kenali Besar
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar