nurulamin.pro, BINTAN - Lima wisatawan asal Malaysia menjadi korban kecelakaan di Bintan, Kepri, Sabtu (10/1/2026) yang melibatkan truk dan Toyota Avanza di Jalan Lintas Barat, Desa Busung.
Gerard, warga Busung menyebut, kelima turis itu bersama seorang sopir, berada di mobil Toyota Avanza saat kecelakaan terjadi.
Informasi yang didapatnya, turis Malaysia sudah dua hari berada di Bintan dan mobil yang terlibat kecelakaan itu adalah mobil travel.
"Ada yang bilang mereka (turis Malaysia itu) baru saja jalan-jalan ke Patung 1000 dan hendak menuju ke Tanjunguban, lalu naik speed boat ke Batam, selanjutnya pulang ke Malaysia," ujar Gerard, Minggu (11/1/2026).
Diduga, sopir mobil Toyota Avanza buru-buru berkendara karena takut ketinggalan kapal, lalu masuk ke jalur lawan hingga mengantam truk yang berada di depannya.
Gerard mendengar suara 'brak' yang cukup keras saat tabrakan dua kendaraan itu.
Di Batam satu unit kapal tongkang tanpa awak yang hanyut dan kandas di sekitar Pulau Raja, perairan Nongsa, Kota Batam, kini dalam pemantauan ketat petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam (KSOP) Batam.
Hanyutnya tongkang itu terjadi setelah cuaca buruk mengguncang perairan, membuat rangkaian tugboat dan tongkang terlepas.
Tongkang KPS 1203 sebelumnya ditarik oleh tugboat Super 88 dari Tanjungbalai Karimun menuju Pontianak, sejak Rabu (7/1/2026).
Dua informasi itu adalah di antara berita populer pilihan hari ini, berikut informasinya :
Ratusan Perahu Jong Hiasi Pantai Indah Desa Pangke Karimun di Festival Jong Nusantara 2026
Ringkasan Berita:
- Festival Jong Nusantara 2026 digelar selama dua hari, 10–11 Januari 2026, di Pantai Indah Desa Pangke, Meral Barat Karimun
- Kegiatan ini diikuti 400 unit jong dari 43 tim, tidak hanya dari Karimun, tetapi juga dari Tanjungpinang, Batam, Riau, hingga peserta mancanegara asal Malaysia
- Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menyebut Festival Jong Nusantara sebagai agenda strategis untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya maritim dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
KARIMUN, nurulamin.pro - Ratusan perahu mini berwarna-warni menghiasi Pantai Indah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam Festival Jong Nusantara 2026, selama dua hari Sabtu (10/1/2026) dan Minggu (11/1/2026).
Salah satu tim dari Rempak yang berasal dari luar Pulau Karimun, Pian mengatakan, timnya sudah sering mengikuti Festival Jong Nusantara di Karimun. Tahun ini, timnya belum berhasil menang.
"Sering ikut, tapi belum ada rezeki lagi bang," ucap Pian.
Pada festival tahun ini, timnya menurunkan kurang lebih 10 unit jong.
"Tak banyak bang, 10 biji saja campur dengan jong kecil," ujarnya.
Target Pajak Reklame Batam 2026 Rp26,1 Miliar, Bapenda Pesimistis Bisa Tercapai
Ringkasan Berita:
- Bapenda Batam pesimistis target pajak reklame 2026 Rp26,1 miliar dapat tercapai
- Penataan dan penertiban reklame sejak pertengahan 2025, serta regulasi perizinan yang belum rampung, membuat saat ini hanya tiga videotron yang aktif menyumbang pajak
- Bapenda menilai optimalisasi pajak reklame baru bisa dirasakan pada pertengahan 2026-2027
- Pemko Batam akan memaksimalkan sektor pajak lain untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai rencana
BATAM, nurulamin.pro - Baru 11 hari di tahun 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam sudah pesimistis target pajak reklame tahun ini dapat tercapai.
Bapenda menilai, hingga saat ini kontribusi pajak dari sektor reklame masih terbatas, seiring penataan dan penertiban reklame yang dilakukan Pemerintah Kota Batam sejak pertengahan 2025.
Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, mengatakan target pajak reklame yang ditetapkan Pemko Batam di 2026 mengalami kenaikan sekitar Rp3 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Perlu diketahui, pada APBD murni 2025 target pajak reklame Batam ditetapkan sebesar Rp23 miliar. Realisasinya Rp17,7 miliar.
Lalu pada APBD Perubahan tahun 2025, target pajak reklame Batam kembali dinaikkan menjadi Rp24 miliar. Hasilnya, tak ada kenaikan realisasi dari pencapaian sebelumnya.
Turis Malaysia Jadi Korban Kecelakaan Avanza Vs Truk di Bintan, Saksi Dengar Suara 'Brak'
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk dan mobil Toyota Avanza terjadi di Jalan Lintas Barat, Desa Busung, Bintan, Sabtu (10/1)
- Lima wisatawan asal Malaysia yang berada di mobil Toyota Avanza ikut jadi korban
- Diduga sopir Avanza terburu-buru mengejar kapal menuju Batam, sehingga masuk ke jalur lawan dan menabrak truk dari arah berlawanan
- Enam penumpang Avanza dievakuasi ke RSJKO Tanjunguban dengan luka ringan hingga sedang, sementara sopir truk dilaporkan tidak mengalami luka
BINTAN, nurulamin.pro - Lima wisatawan asal Malaysia ikut menjadi korban kecelakaan di Bintan, Kepri, Sabtu (10/1/2026) yang melibatkan truk dan Toyota Avanza di Jalan Lintas Barat, Desa Busung.
Gerard, warga Busung menyebut, kelima turis itu bersama seorang sopir, berada di mobil Toyota Avanza saat kecelakaan terjadi.
Informasi yang didapatnya, sudah dua hari turis Malaysia tersebut berada di Bintan. Dan mobil yang terlibat kecelakaan itu adalah mobil travel.
"Kemarin ada yang bilang mereka baru saja jalan ke Patung 1000 dan hendak menuju ke Tanjunguban, lalu naik speed boat ke Batam, selanjutnya pulang ke Malaysia," ujar Gerard, Minggu (11/1/2026).
Diduga, sopir mobil Toyota Avanza buru-buru berkendara karena takut ketinggalan kapal, lalu masuk ke jalur lawan hingga mengantam truk yang berada di depannya.
Gerard sendiri mendengar suara 'brak' yang cukup keras saat tabrakan dua kendaraan itu.
Saat detik-detik tabrakan terjadi, dia berjarak sekitar 20 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polresta Barelang Gelar Patroli Malam Sasar Titik Rawan Balapan Liar dan Kriminal
BATAM, nurulamin.pro- Sejumlah lokasi di Batam yang kerap menjadi titik keramaian dan rawan balapan liar didatangi tim patroli Polresta Barelang pada Sabtu (10/1/2026) malam.
Patroli dilakukan hingga menjelang tengah malam dengan menyusuri jalan-jalan utama di Batam.
Petugas terlihat berhenti di beberapa titik untuk memantau kerumunan anak muda, memeriksa kendaraan, sekaligus membubarkan aktivitas yang berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Fokusnya tidak hanya pada balapan liar, tetapi juga pencegahan tindak kriminal jalanan seperti curanmor, jambret, hingga penggunaan knalpot brong.
Terpental Keluar dari Kabin, Fandi Pasrah saat Avanza Hantam Truknya di Busung Bintan
Ringkasan Berita:
- Sopir truk bernama Fandi alami kecelakaan di Jalan Lintas Barat, Desa Busung, Bintan, setelah truk bermuatan pasir yang dikemudikannya dihantam mobil Toyota Avanza dari jalur berlawanan
- Fandi sudah melihat Avanza dari kejauhan dan sempat menginjak rem serta membanting setir, namun tabrakan tak terelakkan
- Akibat benturan keras, tubuh Fandi terpental keluar dari kabin truk sejauh sekitar dua meter, namun ia bersyukur masih selamat dan tidak terpental ke arah depan kendaraan
BINTAN, nurulamin.pro - Sopir truk Fandi, mengaku kaget dengan kecelakaan di Jalan Lintas Barat, Desa Busung, Bintan, Kepri, Sabtu (10/1/2026) lalu yang melibatkan dirinya.
Saat itu, truk yang dikemudikannya dihantam mobil Toyota Avanza dari jalur berlawanan.
Fandi tak menyangka dengan apa dialaminya. Kecelakaan itu seperti mimpi baginya.
Pemuda 23 tahun itu menceritakan, awalnya mobil Avanza yang menabrak truknya sudah terlihat dari jauh. Tetapi saat di tikungan, mobil tersebut mendadak masuk ke jalurnya.
Turis Malaysia Korban Kecelakaan di Busung Bintan Pilih Lanjut Berobat di Negara Asal
BINTAN, nurulamin.pro - Korban kecelakaan di Jalan Lintas Barat, Desa Busung, Bintan, Kepri, Sabtu (10/1/2026) sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Dari tujuh korban itu kecelakaaan di Bintan Toyota Avanza Vs truk itu, lima di antaranya merupakan warga negara Malaysia.
Mereka datang ke Bintan untuk berwisata dan menumpang mobil Avanza yang dikemudikan Frederik.
Sebelum kecelakaan, rombongan itu baru saja pulang dari Patung 1000 di Tanjungpinang dan ingin ke Tanjunguban untuk selanjutnya pulang ke Malaysia lewat Batam.
Direktur RSJKO EHD Tanjunguban, dr. Asep kepada nurulamin.pro mengatakan, semua korban kecelakaan hanya mengalami luka ringan.
"Para pasien sempat dirawat dan sudah diperbolehkan pulang hari ini sekitar pukul 09.00 WIB," kata Asep, Minggu (11/1/2026).
Ia mengatakan, turis Malaysia yang ikut menjadi korban dalam kecelakaan ini tidak mau dirujuk ke rumah sakit di Batam.
Mereka lebih memilih pulang ke Malaysia. "Pengobatan lanjutan akan dilakukan Malaysia, ini atas permintaan para pasien," ujarnya.
Penyebab Tongkang Tanpa Awak Hanyut di Perairan Nongsa Batam Terungkap Akibat Cuaca Buruk
Ringkasan Berita:
- Tongkang tanpa awak KPS 1203 dilaporkan hanyut di Pulau Raja, perairan Nongsa, Batam setelah terlepas dari tugboat Super 88 akibat cuaca buruk
- Nakhoda tugboat melepas tali towing demi keselamatan awak kapal, sehingga tongkang kosong itu hanyut tanpa muatan maupun awak
- KSOP Batam kini memantau kondisi tongkang secara ketat dan memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan, sementara tugboat Super 88 telah berhasil lepas dari kandasnya
BATAM, nurulamin.pro - Tongkang tanpa awak yang hanyut dan kandas di sekitar Pulau Raja, perairan Nongsa, Kota Batam, kini dalam pemantauan ketat petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam (KSOP) Batam.
Hanyutnya tongkang itu terjadi setelah cuaca buruk mengguncang perairan, membuat rangkaian tugboat dan tongkang terlepas.
Tongkang KPS 1203 sebelumnya ditarik oleh tugboat Super 88 dari Tanjungbalai Karimun menuju Pontianak, sejak Rabu (7/1/2026).
Namun, pada Sabtu (10/1/2026) sekira pukul 01:58 WIB, rangkaian itu dilaporkan terlepas setelah tongkang membentur rambu suar di sekitar Pulau Karang Galang.
[ nurulamin.pro]
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar