Daftar 8 Pesantren Tertua dan Terbesar di Indonesia, 2 dari Kediri Raya

Daftar 8 Pesantren Tertua dan Terbesar di Indonesia, 2 dari Kediri Raya

Daftar 8 Pesantren Tertua di Jawa Timur yang Berusia Lebih dari Seratus Tahun

Jawa Timur dikenal sebagai pusat utama lahirnya pesantren-pesantren besar di Indonesia. Banyak pesantren di provinsi ini telah berdiri selama lebih dari satu abad, menjadi tempat lahirnya para ulama besar, tokoh nasional, dan pemimpin organisasi keagamaan. Salah satu kota yang memiliki banyak pesantren tua adalah Kediri Raya, di mana terdapat dua pesantren dengan jumlah alumni yang sangat besar.

Berikut adalah daftar delapan pesantren tertua di Jawa Timur yang usianya melampaui seratus tahun:

  1. Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan (1718)
    Sidogiri menjadi salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Didirikan pada 1718 oleh Sayyid Sulaiman, pesantren ini tumbuh sebagai pusat studi Islam yang konsisten mempertahankan tradisi salaf. Di bawah pimpinan KH. Ahmad Fuad Nur Hasan, Sidogiri memiliki lebih dari 20.000 santri dan dikenal dengan kemandirian ekonominya melalui Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Kopontren Sidogiri), salah satu koperasi berbasis pesantren paling sukses di Indonesia.

  2. Pondok Pesantren Komarudin, Bungah, Gresik (1753)
    Didirikan oleh KH. Komarudin bin Umar, pesantren ini berdiri sejak 1753 dan menjadi salah satu pesantren tertua di wilayah pesisir Gresik. Kini di bawah pengasuhan KH. Muhammad Al-Laudin, Pesantren Komarudin berkembang menjadi lembaga pendidikan modern dengan ribuan santri, mulai tingkat RA hingga perguruan tinggi.

  3. Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji, Sidoarjo (1787)
    Pesantren Al-Hamdaniyah didirikan oleh Kiai Hamdani pada 1787. Pesantren ini memiliki sejarah panjang, termasuk sebagai tempat belajar tokoh pendiri NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Kini di bawah KH. Hashim Fahrur Razi, Al-Hamdaniyah tetap mempertahankan tradisi kitab kuning dan menjadi salah satu pesantren tertua di Sidoarjo.

  4. Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo (1839)
    Berdiri di Karangbong, Pajarakan, pesantren ini didirikan Syekh Zainal Abidin Al-Mahribi. Genggong kini dipimpin KH. Hasan Mutawakil Alallah dan memiliki puluhan ribu santri. Pesantren ini dikenal melahirkan banyak tokoh dakwah, pendidik, dan pemimpin organisasi keislaman.

  5. Pondok Pesantren Langitan, Tuban (1852)
    Pesantren Langitan berada di tepi Bengawan Solo dan didirikan oleh Kiai Muhammad Nur pada 1852. Saat ini dipimpin kolektif oleh dzuriah pendiri, termasuk KH. Ubaidillah Faqih. Dengan 5.000–6.000 santri, Langitan menjadi salah satu pesantren legendaris yang pernah menjadi tempat belajar KH. Hasyim Asy'ari dan Syaikhona Kholil Bangkalan.

  6. Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1899)
    Didirikan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, Tebuireng menjadi salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia. Di bawah kepemimpinan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Tebuireng memiliki sekitar 5.000 santri dan melahirkan banyak tokoh nasional seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Ma’ruf Amin.

  7. Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (1910)
    Berdiri pada 1910 oleh Kiai Haji Abdul Karim (Bahmanab), Lirboyo menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Kini diasuh Kiai Haji Muhammad Anwar Mansur dan dzuriah Lirboyo lainnya, jumlah santrinya mencapai sekitar 40 ribu orang. Pesantren ini pernah menjadi tempat belajar banyak tokoh, termasuk KH. Maimun Zubair dan KH. Mustofa Bisri.

  8. Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri (1925)
    Pesantren Al-Falah Ploso memasuki usia 100 tahun pada 2025. Didirikan oleh KH. Ahmad Djazuli Utsman pada 1 Januari 1925, pesantren ini awalnya dibangun dari serambi masjid sebelum berkembang menjadi pusat pendidikan besar di Kediri. Kini Al-Falah Ploso menjadi salah satu pesantren rujukan kitab kuning di Jawa Timur.








Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan